Versus Froch Pada 2011, Ward Akui Menang Dalam Kondisi Tangan Kiri Patah

Versus Froch Pada 2011, Ward Akui Menang Dalam Kondisi Tangan Kiri Patah

Berita Tinju: Andre Ward mengklaim dirinya mengalahkan Carl Froch pada 2011 meski tangan kirinya patah di tengah pertarungan final kejuaraan Super Six mereka. Demikian yang diutarakan Ward saat berada di Inggris pada Kamis (2/2).

Froch pensiun dari dunia tinju pada 2015 dengan hanya dua kekalahan dalam rekor bertandingnya, yakni dari Ward dan Mikkel Kessler. Froch merasa bisa mengalahkan Ward yang dia gambarkan sebagai petinju yang “buruk”.

Terasa sekali Froch sakit hati dengan kekalahan itu. Toh Ward, yang kini menyandang sabuk juara dunia berat ringan, melihat pertarungan di kelas menengah super tersebut dari sudut yang berbeda.

“Carl mengungkapkan beberapa hal tentang penyebab kekalahannya. Tapi ketika dia pensiun, saya dengan jelas menyatakan bahwa dia petarung yang hebat, jawara sejati, betapa saya menghormati dirinya dan dia akan masuk Hall of Fame.”

Ward enggan membesar-besarkan fata bahwa kemenangan itu dia dapat meski tangan kirinya patah di tengah duel. “Saya hanya memberikan pujian kepada petarung-petarung elit. Orang-orang akan memandangnya dengan lebih baik jika dia mau melakukan hal yang sama.”

Kata Ward, dirinya paham kekalahan itu membuat Froch sangat terpukul. “Jika saya yang kalah, saya pun akan merasa terpukul, karena seperti dia, saya juga sangat kompetitif.”

Namun, Ward yang kini menjadi bagian dari tim komentator ITV untuk duel Chris Eubank dan Renold Quinlan akhir pekan ini, berkata seseorang harus melepas arogansinya begitu menjadi komentator.

Yang jelas, pria 32 tahun itu ingin melakukan transisi yang sukses dari petinju menjadi komentator. Dia pun kembali memberikan isyarat bahwa dirinya siap gantung sarung tinju.

Namun, satu pertarungan lagi masih bisa menggodanya untuk menunda niatannya melakoni posisi komentator secara penuh. “Pilihan untuk pensiun atau bertarung lagi sudah tersedia sekarang ini. Saya harus segera memutuskan.”

Toh hanya ada satu pertandingan yang memikat dirinya, yakni duel ulang melawan Sergey Kovalev. “Jika terwujud, pertarungan kedua akan jauh lebih sulit baginya daripada yang pertama,” kata Ward.

Jika tak terwujud, Ward siap menggeluti dunia baru sebagai komentator yang kini begitu dicintainya. “Bercampur dengan petinju dan fans dari kursi terbaik di dalam arena. Tanpa saya terkena pukulan,” ujar Ward yang November lalu berada di peringkat kedua “pound-for-pound” versus The Ring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *