Tyson Fury, Deontay Wilder Bersedia Tarung Dengan petinju Inggris Karna Ingin Menunjukkan Perfomanya

Tyson Fury, Deontay Wilder Bersedia Tarung Dengan petinju Inggris Karna Ingin Menunjukkan Perfomanya

Tyson Fury mengaku dirinya tak percaya ucapan Deontay Wilder yang mengatakan alasan dia mau menghadapi petinju Inggris itu adalah karena ingin membuktikan dirinya sebagai petinju terbaik di kelas berat. Menurutnya, Wilder mau menghadapi dirinya karena menganggap dirinya sudah habis.

“Dia pikir setelah saya tak aktif 2,5 tahun saya sudah habis,” kata Fury saat konferensi pers, Senin (2/10), di London saat mempromosikan pertarungannya melawan Wilder pada 1 Desember mendatang.

“Namun saya tidak seperti itu. Saya sudah kembali. Saya lebih baik dibanding sebelumnya. Saya tak pernah secepat ini. Saya tak pernah sekuat ini. Saya tetap bisa meledak. Saya siap,” kata Fury.

“Anda hanya memperhitungkan saya dari dua pertarungan saya yang saya lakukan dalam tiga tahun dan tidak menganggap aksi saya di laga lainnya,” ungkap Fury lagi. “Satu-satunya alasan Anda mau melawan saya karena Anda pikir saya sudah habis. Saya belum habis kawan. Satu-satunya yang sudah habis adalah Anda saat nanti melawan saya di ring,” paparnya lagi.

Fury (27-0, 19 KO) sukses memenangkan dua laga yang dilakoninya sejak kembali naik ring setelah 1,5 tahun absen. Mantan juara kelas berat IBF, IBO, WBA, dan WBO ini berhasil menghentikan petinju Swiss Sefer Seferi (23-2, 21 KO) pada ronde keempat 9 Juni lalu di Manchester, Inggris.

Dia kembali beraksi dua bulan kemudian dan dengan mudah menundukkan petinju Italia Francesco Pianeta (35-5-1, 21 KO) dalam laga 10 ronde pada 18 Agustus di Belfast, Irlandia Utara. Sebelum berhadapan dengan Seferi, petinju berusia 30 tahun ini tak pernah naik ring sejak menundukkan Wladimir Klitschko dengan angka setelah bertarung 12 ronde di Dusseldorf, Jerman.

Fury menunda tarung ulang melawan Klitschko dan akhirnya membatalkan laga melawan petinju Ukraina itu. Petinju yang berasal dari Manchester ini pun harus melepaskan empat sabuk yang direbutnya dari Klitschko karena menjalani perawatan ketergantungan alkohol, obat-obatan, dan depresi.

Wilder (40-0, 39 KO) yang kini berusia 32 tahun akan menjadi lawan terkuat Fury sejak dia menundukkan Klitschko (64-5, 53 KO). Petinju asal Tuscaloosa, Alabama, AS ini membantah tudingan Fury tentang motivasinya melawan petinju Inggris itu. “Tidak, saya tidak menganggap Anda sudah selesai,” kata Wilder kepada Fury.

“Saya tak ingin Anda habis. Saya tak memperoleh keuntungan jika Anda sudah habis. Saya ingin Anda memiliki mental bahwa Anda bisa mengalahkan saya.”

Shelly Finkel, salah satu manajer Wilder, juga memprediksi petinjunya tak akan menjalani pertarungan yang mudah pada 1 Desember di Staples Center, Los Angeles nanti.

“Tyson, saya ingin meralat satu hal,” kata Finkel. “Kami tidak memilih Anda menjadi lawan karena Anda lawan yang mudah. Kami bertarung melawan Anda karena kami menganggap Anda yang terbaik. (Fury langsung menimpali, ‘Benarkah?’) Ya, dan itulah sebabnya kami hanya menghadapi yang terbaik dan hanya yang terbaik. Dan kami tak memiliki niat lain kecuali respek karena petinju negara Anda (Anthony Joshua) tidak memiliki keberanian untuk melangkah seperti Anda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *