Tyson Fury Akui Konsumsi Kokain Gara-Gara Depresi

Tyson Fury Akui Konsumsi Kokain Gara-Gara Depresi

Berita Tinju: Juara dunia kelas berat, Tyson Fury, mengaku mengonsumsi kokain demi membantu mengatasi depresi yang dideritanya. Petinju 28 tahun itu juga mengungkapkan kesehatan mentalnya terganggu selama bertahun-tahun dan tidak lagi berlatih sejak Mei lalu.

“Saya keluar minum-minum, dari Senin sampai Jumat atau Sabtu, dan mengonsumsi kokain,” kata petinju Inggris itu kepada majalah Rolling Stone, Senin (3/10). Itu semua dia lakukan karena tidak tahan dengan depresinya.

“Satu-satunya hal yang menolong saya adalah saat saya mabuk berat,” kata Fury yang mengaku sudah tiga hari “bersih” dari alkohol ataupun kokain saat diwawancara Rolling Stone.

Gara-gara depresi itu pula, dia mengaku kadang punya keinginan bunuh diri. “Kata mereka, saya mengidap versi lain dari bipolar,” ujarnya. “Saya menderita maniak depresif. Saya cuma berharap seseorang membunuh saya sebelum saya membunuh diri saya sendiri.”

Wawancara Fury dengan Rolling Stone ini hanya berselang sehari setelah Fury menyatakan gantung sarung tinju melalui akun Twitter miliknya. Tapi beberapa jam kemudian, dia menarik komentarnya itu dan mengatakan itu hanya lelucon.

Fury mengalahkan petinju Ukraina Wladimir Klitschko pada November lalu untuk merengkuh gelar WBA, IBF, WBO dan IBO. Itu kekalahan pertama bagi Klitschko sejak 2004. Pertarungan ulang kedua petinju sedianya digelar pada bulan Juli lalu, tapi batal karena Fury mengalami cedera.

Jadwal pertarungan ulang kembali diperbaharui, kali ini pada 29 Oktober. Namun ini pun dibatalkan dengan alasan Fury “tidak fit secara medis”. Pelatih sekaligus paman, Peter Fury, berkata keponakannya baru akan naik ring lagi tahun depan alias 2017.

Fury yang berasal dari komunitas nomaden Irish Traveler mengatakan dirinya menjadi korban aksi “witch hunt” (diperlakukan tidak adil karena dianggap sebagai orang jahat) sejak mengalahkan Klitschko. Dia dan keluarganya diusir dari restoran karena asal-usulnya.

“Saya juara dunia kelas berat dan mereka bilang ‘Maaf bung, kamu tidak bisa masuk, kaum Traveler dilarang masuk’,” cerita Fury soal perlakuan rasis yang dialaminya. “Saya mencintai olahraga tinju sejak saya anak-anak. Sekarang, saya membenci tinju.”

Fury dijadwalkan menghadiri sidang badan anti-doping Inggris UKADA November mendatang karena tersangkut kasus doping. UKADA menemukan bahan terlarang steroid dalam sampel urine milik Fury yang diambil Juni silam.

Tapi kepada Rolling Stone, Fury mengaku dirinya hanya mengonsumsi kokain empat bulan terakhir sejak dua berhenti berlatih, dan tidak pernah mengonsumsi obat-obatan peningkat performa. Makanya dia berencana menuntut UKADA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *