Tumbangkan BJ Flores, Tony Bellew Ingin Hadapi David Haye

Tumbangkan BJ Flores, Tony Bellew Ingin Hadapi David Haye

Berita Tinju: Tony Bellew memenuhi janjinya untuk membuat penantangnya, B.J. Flores mencium kanvas saat mempertahankan gelar WBC world cruiserweight di Echo Arena, Liverpool, Sabtu (15/10). Tidak hanya sekali, Flores bahkan empat kali tersungkur sebelum menyerah di ronde ketiga.

Bellew memang berambisi bisa menjadi orang pertama yang membuat Flores merasakan kekalahan knock out sepanjang karier pronya. Dari 35 pertarungan sebelum ini, petinju AS itu pernah dua kali kalah, tapi kalah angka. Kali ini, dia pertama kalinya kalah karena tak mampu menjawab hitungan wasit.

Bertarung di kandang sang juara bertahan, justru Flores yang menguasai ronde pertama. Dia menemukan ritmenya dengan cepat dan mendaratkan sejumlah pukulan bersih kanan dan kiri. Tampaknya Bellew akan melakoni pertarungan yang sulit malam itu.

Namun, di ronde kedua, momentum beralih. Flores menunjukkan kecerobohan sebagai petinju yang sudah berpengalaman. Saat terlalu sibuk komplain kepada wasit tentang pukulan blow out, Bellew sukses menyungkurkannya. Namun dia masih bisa bangkit dan bernafsu membalas.

Tapi Flores malah kembali harus terpelanting ke kanvas. Kali ini pukulan hook kiri Bellew mendarat telak pada kepalanya. Sesudahnya, keduanya kembali terlibat adu pukulan. Namun, lagi-lagi pukulan kanan Bellew berhasil menjatuhkan sang lawan untuk ketiga kalinya.

Penentuannya terjadi di ronde ketiga, ronde yang sama saat Bellew memenangi gelar juara dunianya menghadapi Ilunga Makabu pada Mei silam. Pukulan hookkirinya membuat Flores tersungkur keempat kalinya dan gagal bangkit saat wasit menghitung sampai sepuluh.

Gagal pula Flores memenuhi impian masa kecilnya untuk merengkuh gelar juara dunia. Di usia yang sudah menginjak 37 tahun, ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk mendapatkan gelar di kelas penjelajah. “Saya menghajarnya habis-habisan,” kata Bellew. “Bukan tanpa alasan saya dijuluki ‘Si Bomber’.”

Begitu memenangi usaha perdananya mempertahankan gelar, Bellew langsung mengarahkan perhatian kepada bekas juara dunia kelas berat WBA, David Haye yang duduk di samping ring sebagai komentator. Dengan penuh amarah, Bellew mengeluarkan segala unek-uneknya terhadap bekas rivalnya itu.

Memang sepanjang pertarungan, Haye mendukung dan memberikan instruksi kepada Flores, teman sekaligus mitra bertarungnya. Dia meramalkan Flores akan membuat kejutan dengan mengalahkan Bellew. “Kamu memprediksi BJ kalahkan saya, bukan? Dia sudah babak-belur. Berikutnya, kamu,” teriak Bellew.

Haye hanya tertawa menanggapi tantangan Bellew yang sampai harus dicegah timnya untuk mendekati Haye. “Bellew memiliki pukulan seperti dinamit, tapi apakah pukulannya itu akan berdampak pada saya? Saya pikir tidak,” kata Haye yang awalnya tampil di kelas penjelajah, sebelum naik ke kelas berat.

“Saya menjadi petinju kelas berat selama delapan atau sembilan tahun. Jika dia (Bellew) ingin naik kelas, itu jadi pertarungan yang mudah bagi saya,” ujar Haye. “Saya akan KO dia dengan pukulan jab. Saya akan menangkan pertarungan itu dengan satu tangan, hanya tangan kiri. Saya tak perlukan tangan kanan saya.”

Potensi pertarungan Bellew versus Haye memang cukup besar. Entah di kelas penjelajah atau kelas berat. Tapi Bellew juga masih punya utang pertarungan wajib menghadapi penantang nomor satu Mairis Briedis. Kata promotor Eddie Hearn, bisa atau tidak dan terwujudnya duel tersebut ada di tangan Haye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *