Timothy Bradley Lebih Jagokan Pacquaio Daripada Vargas

Timothy Bradley Lebih Jagokan Pacquaio Daripada Vargas

Berita Tinju: Untuk memprediksi pertarungan Manny Pacquaio kontra Jessie Vargas, Dan Rafael dari ESPN meminta pendapat seseorang yang pernah dihadapi oleh kedua petinju, Timothy Bradley. Menurutnya, yang akan memenangi partai tersebut adalah Pacquiao. “Vargas tak selevel,” katanya.

Walaupun dia melihat Vargas akan coba kompetitif, Bradley menilai Pacquiao akan bisa mengetahui kelemahan lawannya dalam beberapa ronde, sebelum mempertontonkan kecepatan dan kekuatannya. Bradley pun memuji mantan rivalnya itu yang disebutnya dalam performa terbaik dalam duel April lalu.

“Dia (Pacquiao) cepat dan eksplosif. Lebih sabar, lebih akurat. Kecepatan bak kilat, kekuatan memukul yang luar biasa,” tandas Bradley. Ketika Pacquiao melontarkan kombinasi pukulan, katanya lagi, rasanya seperti peluru-peluru yang berdesingan di telinganya. “Saya bisa mendengar desingan itu dan coba menghindarinya.”

Namun sang juara welter WBO Vargas tak boleh diremehkan jelang pertarungan ini. Dia hampir meng-KO Bradley di ronde ke-12 dalam pertarungan mereka pada bulan Juni 2015. Namun karena memegang kendali di 11 ronde pertama, Bradley kemudian memastikan kemenangan angka mutlak.

Satu hal yang menguntungkan Vargas adalah tinggi tubuh dan kekuatan tangan kanannya yang berkembang pesat. Petinju 27 tahun itu lebih tinggi hampir lima inci daripada Pacquiao, yang sepertinya harus mengorbankan jarak agar dia bisa mencoba menyerang kepala Vargas.

Vargas bukanlah petinju dengan rekor KO yang bagus, hanya 10 knockout dalam 27 kemenangannya. Dia tidak dapat mengimbangi Pacquio dalam hal kecepatan. Namun dia berpeluang menang jika memanfaatkan tinggi tubuh dan jarak untuk membuat lawan lelah, sebelum memakai tangan kanannya untuk menghentikan pertarungan di ronde-ronde belakangan.

Sebelum partai utama tersebut digelar, kedua kompetitor harus naik ke atas timbangan terlebih dahulu, 24 jam sebelum pertarungan mereka di Las Vegas. Berat badan kedua petinju sama-sama memenuhi limit 147 pound untuk kelas welter: Pacquaio 144,8 pound, sementara Vargas 146,5 pound.

Uniknya, ketika gilirannya ditimbang selesai, Vargas segera menenggak sebotol minuman untuk hidrasi dirinya. Ini mungkin mengindikasikan Vargas mengalami dehidrasi guna menurunkan berat badannya pada pekan ini. Tapi saat bertarung nanti, kata pelatih Dewey Cooper, berat Vargas akan naik sampai 154 pound.

Sementara itu, Pacquiao sendiri mengasup makanan dalam jumlah besar, empat kali dalam sehari selama kamp latihan agar tak kekurangan gizi. Menurut pelatih Freddie Roach, Pacquaio akan memiliki bobot 147 atau 148 pound saat naik ring melawan Vargas.

Pacquiao yang telah berusia 37 tahun sudah cukup lama membicarakan niatnya untuk pensiun, namun dia tak bisa menahan godaan untuk kembali naik ring lagi. Dia memutuskan pensiun April lalu usai mengalahkan Timothy Bradley, tapi dia dengan hati-hati mengatakan bahwa pensiunnya itu tidaklah permanen.

Sebagaimana yang Pacquaio jelaskan kepada Kevin Iole dari Yahoo Sports jelang pertarungan Minggu (6/11) WIB itu, dia perlu tinju sebagai bagian dari hidupnya. “Dalam batin saya, saya merasa kesepian karena saya tak lagi aktif bertinju,” ujar Pacquaio

Sebelum acara timbang badan, Pacquiao mengirimkan cuitan dalam akun Twitter miliknya. Dia mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya yang nampak fokus dan mencetuskan lagu paling terkenal yang pernah digunakan dalam film bertema tinju: “I’ve got the eye of the tiger”, yang tak lain theme song dari film “Rocky”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *