Tantang Anthony Joshua, Siapakah Kubrat Pulev?

Tantang Anthony Joshua, Siapakah Kubrat Pulev?

Berita Tinju: Siapa lawan Anthony Joshua dalam pertandingan berikutnya akhirnya terungkap sudah. Juara dunia kelas berat versi WBA, IBF, dan IBO ini menjalani laga wajib mempertahankan gelar melawan Kubrat Pulev dari Bulgaria pada 28 Oktober mendatang. Lantas siapa sebenarnya Pulev?

Namanya memang tak banyak dikenal oleh publik dunia. Tak heran banyak yang kemudian mencari tahu siapa petinju berusia 36 tahun ini.

Memiliki nama julukan “The Cobra” alias “Si Kobra”, Pulev lahir di Sofia, Bulgaria. Dia terpilih sebagai olahragawan terbaik di negaranya tahun ini mengalahkan bintang tenis Grigor Dimitrov.

Poster Pulev dapat ditemui di seluruh bandara di Bulgaria. Sekitar 250.000 penduduk Bulgaria diperkirakan bakal melihat aksinya lewat televisi saat bertemu Joshua.

Pulev menjalani karier sebagai petinju amatir yang cukup panjang. Dia petinju berpengalaman yang memang pantas mendapat kesempatan untuk menantang Joshua.

Torehan prestasinya juga lumayan speklakuler. Dalam 26 pertarungan yang telah dijalaninya, dia sukses meraih kemenangan dalam 25 laga, 13 di antaranya dengan KO. Dia hanya mengalami sekali kekalahan.

Di level amatir, dia menorehkan awal yang menjanjikan dengan menjadi juara Eropa tahun 2008. Namun dia gagal meraih medali Olimpiade karena kalah di putaran pertama di Beijing 2008.

Pulev kemudian resmi berstatus petinju profesional tahun berikutnya. Dia juga mengawali karier sebagai petinju bayaran dengan torehan mengesankan.

Dia memenangkan seluruh laga yang dilakoninya sebelum menyabet gelar pertamanya pada 2011. Pulev merebut gelar juara kelas berat IBF International setelah mengalahkan Travis Walker.

Dia kemudian sukses mempertahankan gelarnya dalam lima pertarungan yang membawanya berhadapan dengan sang “Raja Kelas Berat”, Wladimir Klitschko, pada November 2014.

Pertarungan ini berjalan tak sesuai rencana. Pulev terjungkal pada ronde kelima meski sempat tampil menjanjikan di awal pertarungan. Catatan 20 laga beruntun tak terkalahkan pun terhenti oleh petinju asal Ukraina itu.

Namun seusai laga itu reputasinya tetap tegak karena Klitshcko menyebut Pulev lawan yang sangat tangguh. “Pulev bertarung dengan bagus sekali. Sulit menghadapi lawan yang mengandalkan jab kiri. Pulev mempersiapkan diri dengan baik,” kata Klitscko saat itu.

Kekalahan melawan petinju berjulukan “Dr Steelhammer” membuatnya memutuskan ganti pelatih. Dia kemudian menunjuk pelatih berpengalaman asal Jerman Ulli Wegner menggantikan Otto Ramin. Pria berusia 75 tahun itu memang dikenal sebagai pelatih sukses, pernah menangani banyak petinju juara dunia. Kehadirannya langsung memberi pengaruh positif pada diri Pulev.

Setelah kekalahan melawan Klitschko, Pulev kemudian sukses memenangkan lima laga beruntun. Kemenangan yang paling diingat adalah ketika menundukkan petinju Derek Chisora pada Mei 2016 dengan kemenangan angka tipis.

Lima kemenangan beruntun inilah yang membuatnya dianggap layak bertemu Joshua, Oktober mendatang. Meski Joshua diunggulkan, Pulev bukan tak punya peluang. Dia tetap layak merasa percaya diri menghadapi petinju yang usianya sembilan tahun lebih muda.

Lantas bagaimana peluang sang underdog? Pulev memiliki tinggi 194 cm sementara Joshua 198 cm. Pulev memiliki catatan 25 kali menang dan sekali kalah namun hanya 13 di antaranya dengan KO. Bandingkan dengan Joshua yang selalu menang KO dalam 19 laga yang telah dijalaninya.

Keduanya juga mengalahkan lawan yang sama akhir-ahir ini. Pulev bertemu Kevin Johnson, April lalu, dan mengalahkannya dengan angka. Namun Joshua tampil lebih mengesankan. Dia sukses menang KO atas petinju AS ini pada ronde kedua tahun 2015.

Keduanya juga pernah bertemu petinju Inggris Matt Skelton. Joshua menang TKO pada ronde kedua. Pulev juga menang TKO namun pada ronde keempat.

Laga 28 Oktober nanti akan menjadi ujian besar bagi Joshua yang akan menjalani laga pertamanya setelah menundukkan Klitschko, April lalu.

Sang penantang akan menguji si juara bertahan. Pulev dinilai petinju yang sulit dijatuhkan. Joshua tentunya harus bekerja lebih keras untuk bisa menundukkan petinju Bulgaria ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *