Taklukkan Golovkin, Canelo Sandang 3 Sabuk Juara Kelas Menengah

Taklukkan Golovkin, Canelo Sandang 3 Sabuk Juara Kelas Menengah

Berita Tinju – Saul “Canelo” Alvarez akhirnya sukses mewujudkan ambisinya menaklukkan raja tinju kelas menengah Gennady Golovkin dalam laga di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (15/9) atau Minggu pagi WIB.

Ini merupakan rematch atau tarung ulang bagi kedua petinju setelah pada September 2017 laga berakhir imbang.

Canelo yang menampilkan strategi berbeda tentu saja sangat puas dengan hasil ini. Apalagi dia harus melewati keterpurukan akibat kasus doping.

Kemenangan ini membawanya merebut tiga sabuk juga kelas menengah yakni WBA, WBC, dan IBO, yang sebelumnya berada di tangan Golovkin.

Dua juri dalam pertarungan ini Dave Moretti dan Steve Weisfeld sama-sama menganggap petinju berusia 28 tahun itu unggul 115-113. Sedangkan juri lainnya, Glenn Feldman, menganggap pertarungan ini imbang dan memberikan skor 114-114.

Kekalahan ini sekaligus “menodai” rekor Golovkin yang sebelumnya tak pernah kalah. Kini petinju asal Kazakstan berusia 36 tahun itu memiliki catatan 39 menang (34 di antaranya KO), sekali kalah, dan sekali seri. Sementara Alvarez kini menorehkan rekor 49 kali menang (34 KO), sekali kalah, dan dua kali seri.

Pertarungan 12 ronde ini berlangsung sangat seru. Alvarez dan Golovkin terus berbalas pukulan sepanjang 12 ronde. Tak heran jika kedua petinju sama-sama mengalami luka di wajah akibat jual-beli pukulan sepanjang pertarungan.

Akibat pukulan Alvarez, Golovkin mengalami luka paling parah sepanjang kariernya sebagai petinju. Setelah ronde ke-12 usai, darah terlihat mengucur cukup deras dari dua tempat di wajahnya.

Berdasarkan pengamatan Alvarez unggul pada ronde kedua, lima, enam, tujuh, delapan, dan sembilan. Sementara Golovkin unggul pada ronde pertama, tiga, empat, 10, 11, dan 12.

Pertemuan pertama kedua petinju September tahun lalu berakhir imbang. Kedua kubu mengklaim sebagai pemenang karena merasa unggul dalam pengumpulan angka.

Dalam pertarungan yang digelar 16 September 2017 itu, salah satu juri, Adalaide Byrd dianggap membuat penilaian yang kontroversial. Dia memutuskan petinju asal Meksiko itu unggul 118-110, karena Canelo dianggap unggul dalam 10 dari 12 ronde.

Keputusan Byrd dianggap kontroversial karena memberi keunggulan cukup telak untuk Canelo. Padahal juri Dave Moretti memberi keunggulan 115-113 untuk Golovkin dan juri lainnya Don Trella menganggap laga ini imbang 114-114.

Canelo harus menjalani pengawasan ekstraketat setelah terbukti mengonsumsi zat terlarang Clenbuterol pada Februari lalu. Banyak yang menaruh curiga bahwa berbagai prestasi yang pernah dia raih sebelumnya adalah berkat pengaruh zat terlarang ini.

Akibat kasus doping ini, Alvarez harus menjalani hukuman enam bulan tak boleh naik ring. Laga ulang ini seharusnya digelar 5 Mei lalu namun harus diundur akibat kasus yang menimpa petinju yang biasa dipanggil Canelo itu.