Taklukkan Diaz, Russell Bidik Unifikasi Atau Naik Kelas

Taklukkan Diaz, Russell Bidik Unifikasi Atau Naik Kelas

Berita Tinju: Juara tinju kelas bulu WBC Gary Russell Jr membidik gelar juara di badan tinju dunia lainnya setelah pada Sabtu (21/5) atau Minggu siang WIB, menundukkan Joseph Diaz. Petinju berusia 29 tahun ini berhasil memenangkan pertarungan wajib melawan Diaz di MGM National Harbor, Maryland, Amerika Serikat.

Meski sempat mengalami cedera tangan di babak awal, Russell (29-1) tetap mampu menundukkan Diaz (26-1). Dua juri memberikan kemenangan 117-111 sementara juri lainnya memberi penilaian 115-113, semuanya menganggap Russel sebagai pemenang.

Diaz memulai laga dengan melontarkan sejumlah pukulan keras ke arah tubuh Russell. Namun petinju juara dunia amatir kelas bantam 2005 itu tak terpengaruh. Dia terus meladeni lawannya dengan performa yang solid sepanjang 12 ronde.

Diaz yang pernah membela AS di Olimpade kesulitan melepaskan pukulan ke sasaran lantaran Russell memiliki pertahanan yang ketat. Russell juga kerap melontarkan jab dan pukulan-pukulan kombinasi yang mantap.

Russell sendiri mengaku tak terlal puas dengan hasil pertandingan. Apalagi dia mengalami cedera tangan di awal laga.

“Kami memang berlatih untuk bisa berahan dari pukulan-pukulan ke arah badan saya,” ujar Russell. “Kami berlatih untuk itu setiap hari di ring. Kami secara konsisten melahap dan memaksa diri sendiri agar bisa memberikan yang terbaik,” katanya.

“Saya kecewa dengan performa saya karena saya tak berencana menjaga jarak dalam pertarungan ini. Tangan kanan saya cedera namun saya tetap harus menggunakannya karena dia tak bisa dijangkau dengan jab saya,” ungkap Russell lagi.

Russsell yang meraih gelar juara kelas bulu WBC pada Maret 2015 setelah menang knock-out atas Jhonny Gonzalez, kini ingin melakukan laga unifikasi untuk menyatukan gelar. Dia membidik juara IBF Josh Warrington atau pemenang antara juara WBA Leo Santa Cruz melawan penantangnya Abner Mares.

Selama ini dia hanya melakukan satu laga dalam setahun. Kini dia ingin lebih aktif dan ingin mellakukan setidaknya satu pertarngan lagi sebelymtahun 2018 berakhir.

“Kami ingin laga unifikasi,” kata Russell. “Kami ingin laga penyatuan gelar di kelas ini atau naik kelas untuk membidik gelar lainnya. Saya ingin mendapatkan sabuk juara lagi,” ungkapnya.