Taklukkan Cotto, Ali Berterima Kasih Kepada Lawan

Taklukkan Cotto, Ali Berterima Kasih Kepada Lawan

Berita Tinju: Sadam Ali berterima kasih kepada Miguel Cotto yang telah memberinya kesempatan melawan petinju Puerto Rico. Menurut petinju Amerika Serikat berdarah Yaman ini Cotto sebenarnya bisa saja memilih lawan yang lebih mudah dan bisa mulus meraih kemenangan di laga perpisahannya.

Namun Cotto ternyata memilih Ali yang kemudian bisa menundukkan. Cotto pun harus rela menutup kariernya dengan kekalahan.

Sadam Ali memang seperti merusak pesta perpisahan Cotto. Dalam pertarungan di Madison Square Garden, New York, AS itu Ali memang benar-benar membuat Cotto kepayahan.

Petinju berusia 37 tahun itu pun tak mampu meladeni pukulan keras serta kecepatan lawannya lebih muda itu. Ali pun kini berhak menyandang gelar juara kelas menengah WBO yang sebelumnya berada di tangan Cotto.

“Saya menghantamnya di beberapa tempat pada dua ronde awal,” ujar Ali. “Saya tahun saya harus melakukan sesuatu atau dia yang mendominasi saya,” ujar Ali yang kini menorehkan rekor pertarungan 26 kali menang dan sekali kalah.

Cotto, mencatatkan rekor pertarungan 41 kali menang dan 6 kali kalah, terlihat tak mampu berbuat banyak. Dia bahkan mngalami cedera tangan pada ronde ketujuh. Beruntung dia mampu menyelesaikan pertandingan sebelum kemudian mengalami kekalahan dengan skor 115-113, 115-113, dan 116-112.

Sebagian besar dari 12.371 penonton mengejek keputusan juri ini. Mereka juga mengeluarkan teriakan ejekan saat Ali berbicara di ring menyambut kemenangannya.

“Saya bekerja keras untuk ini,” kata Ali yang lahir di Brooklyn, Newyork, tak jauh dari tempat laga ini digelar.

“Saya mengambil keuntungan dari pertarungan ini dan saya memastikan membuat saya diperhitungkan. Saya ingin berterima kasih kepada Tim Cotto. Mereka sebenarnya bisa memilih lawan yang lebih mudah,” imbuh Ali lagi.

Cotto mendapat sambutan meriah dari penonton saat memasuki ring menjelang pertandingan. Para pencintanya juga tetap meneriakkan namanya ketika petinju kelahiran Providence, Rhode Island, AS ini.

Dalam partai ini, Ali memang memulai laga dengan mengandalkan kecepatannya. Namun sempat dihamtam dengan keras oleh pukulan tangan kanan.

Cotto kemudian terus menyerang dan Ali bertahan dan mendapat kekuatan kembali dengan bertahan di tali ring. Setelah itu jalannya laga berubah.

Memasuki ronde-ronde akhir giliran Ali yang mendominasi. Empat ronde terakhir benar-benar milik petinju AS itu dan di pengujung pertandingan semua juri memastikan Ali sebagai pemenang.

Ali kalah dalam laga terakhir memperebutkan gelar ketika melawan Jessie Vargas pada 2016. Saat itu dia berlaga untuk memperebutkan gelar juara kelas welter WBO yang lowong dan dihentikan pada ronde kesembilan.

Kini dia menjadi salah atu raja di kelas menengah. Kecepatan pukulan dan pergerakannya mengelilingi ring membuatnya memetik kemenangan dengan angka telak melawan Cotto.

“Hal yang baik terjadi pada orang baik,” kata Ali. “Saya telah berlatih tinju sejak usia delapan tahun dan saya senang bisa meraih kemenangan di MSG (Madison Square Garden), di kota saya,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *