Taklukkan Chavez Jr, Alvarez Hadapi Golovkin September

Taklukkan Chavez Jr, Alvarez Hadapi Golovkin September

Berita Tinju: Saul “Canelo” Alvarez sukses menundukkan Julio Cesar Chavez Jr dengan kemenangan angka dalam pertarungan 12 ronde, Sabtu (6/5) atau Minggu pagi WIB. Seusai laga di Las Vegas itu, Alvarez langsung menyatakan Gennady Golovkin sebagai lawan berikutnya.

Tanggal pertarungan itu pun sudah ditentukan yakni pada 16 September 2017. Kontrak sudah ditandatangani, hanya tempat pertarungan saja yang belum ditentukan.

“GGB (Gennady Golovkin), kamu berikutnya, teman. Pertarungan ini (lawan Chavez Jr) sudah selesai,” kata Alvarez yang disambut para pendukungnya.

“Saya tak pernah takut kepada siapa pun, saya sudah 16 kali bertarung sebagai profesional,” ungkapnya.

Alvarez (49-1-1, 34 KO) menggunakan pukulan jab sebagai andalannya untuk mendominasi lawannya. Meski memiliki ukuran tubuh lebih besar, Chavez (50-3-1, 32 KO) justru mengeluarkan darah dari hidungnya pada ronde ketiga. Mata kirinya membengkak pada ronde keenam dan mulai tertutup pada ronde berikutnya.

Alvarez, yang memang difavoritkan dengan perbandingan 4-1, memang tampil lebih cepat dibanding lawannya yang dihadapinya. Dia melontarkan 228-71 yang mendarat di tubuh Chavez Jr dan 83-15 unggul dalam jab.

“Malam ini saya buktikan saya bisa bergerak. Saya bisa bertinju,” kata Alvarez. “Saya tunjukkan sebagai petinju saya bisa melakukan semuanya. Saya pikir saya akan tunjukkan diri saya sebagai petinju yang bisa melontarkan pukulan namun dia tak bisa melakukannya,” kata Alvarez.

Alvarez memang begitu yakin bsa memenangkan petarungan ini sehingga sudah menjalin kesepakatan dengan kubu Golovkin sebelum partai ini digelar.

Alvarez tak punya pilihan lain kecuali menghadapi Golovkin dalam partai mendatang setelah tahun lalu harus menyerahkan sabuk WBC kepada Golovkin karena gagal mencapai kesepakatan soal pertarungannya.

Golovkin menyambut tantangan Alvarez. “Saya merasa sangat bersemangat, saat ini kisahnya berbeda,” kata Golovkin. “Pada September, akan ada gaya berbeda, pertunjukan luar biasa, drama besar. Saya siap.”

Chavez turun dalam pertandingan ini demi menyelamatkan kariernya yang sempat ambruk lantaran terbukti positif mengonsumsi obat-obatan teralarang, masalah berat badan, dan kurang berlatih. Namun dalam partai ini dia gagal membuktikan diri sudah membaik.

Dia terhindar dari denda 700.000 pound per pound kelebihan berat badan. Saat ditimang Sabtu bobotnya 164 pound atau setengah pound lebih ringan dari maksimal berat badan yang diperbolehkan. Namun ini adalah bobot paling ringan yang pernah dicapai Chavez sejak kehilangan gelar juara kelas menengah saat kalah oleh Sergio Martinez pada 2012.

Sementara Alvarez yang berusia 26 tahun juga memiliki bobot 164 pound, sembilan pound lebih berat dari bobot tandingnya selama ini. Satu-satunya kekalahan yang pernah dia alami adalah ketika bertemu Floyd Mayweather Jr.

Alvarez sempat beberapa kali dipaksa Chavez Jr harus bertahan di tali ring dan mendapat pukulan kombinasi Chavez. Namun kemudian dia bisa bangkit dengan mengandalkan pukulan uppercuts.

Meski unggul empat inci dibanding lawannya dengan berat badan lebih ideal, Chavez ternyata gagal menunjukkan performa terbaik dalam laga pertama di bawah pelatih top Ignacio “Nacho” Beristain.

“Saya ingin menyerang lebih sering namun saya juga sering mendapat pukulan balik. Nacho menyuruh saya melakukan itu namun strategi ini tak berjalan,” kata Chavez.

“Saya tak bisa melontarkan pukulan sebanyak yang saya inginkan. Dari sisi ring, ayah saya terus berteriak agar saya terus melontarkan pukulan.”