Taklukkan Benavidez, Ini Kata Crawford

Taklukkan Benavidez, Ini Kata Crawford

Berita Tinju – Terence Crawford mengaku sangat senang akhirnya bisa membungkang mulut Jose Benavidez Jr dengan kemenangan KO dalam laga Sabtu (13/10) atau Minggu siang WIB.

Petinju Amerika Serikat ini tampil dominan dan akhirnya mampu mempertahankan gelar juara kelas welter WBO setelah menundukan Benavidez, 18 detik menjelang ronde ke-12 atau ronde terakhir usai.

Dengan kemenangan ini maka Crawford kini mencatat 34 kemenangan dan 25 di antaranya KO tanpa pernah kalah. Ini merupakan laga pertama mempertahankan gelar juara kelas welter WBO setelah menyabetnya dari Jeff Horn (18-1-1, 12 Kos).

Dia menaklukkan petinju Australia itu pada ronde kedelapan dalam laga 9 Juni lalu di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

“Sangat merasa begitu gembira bisa membungkam seseorang yang selama ini banyak bicara,” Crawford. ”Saya benar-benar lega.”

Usai menundukkan petinju AS berdarah Meksiko itu, Crawford menjulurkan lidah. Dia sepertinya menganggap pertarungan ini sebagai ajang untuk melampiaskan dendam pribadi.

Benavidez sendiri menegaskan dirinya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik. “Saya memberinya pertarungan yang bagus,” kata Benavidez. “Dia pasti tak menyangka saya akan bisa meladeninya seperti sekarang,” dia menambahkan. “Namun dia terbaik dari yang terbaik. Kami menyajikan pertarungan yang hebat bagi penonton,” ujar petinju yang kini memiliki rekor 27 menang (18 KO) dan sekali kalah ini.

Upaya Crawford untuk memenangkan pertarungan ini memang tak mudah. Meski dia unggul telak dalam perolehan angka namun Benavidez sukar ditaklukkan. Pada ronde-ronde awal, Benavidez bahkan sempat unggul.

Namun sejak ronde keempat dan seterusnya, Crawford ganti mengendalikan pertarungan. Benavidez mulai kelelahan mulai ronde ketujuh setelah mendapat pukulan demi pukulan pada bagian tubuhnya.

“Saya tak bisa mengambil apa-apa darinya. Dia terbaik dari yang terbaik. Namun saya pikir saya sudah melaksanakan tugas saya,” kata Benavidez.

Namun Crawford berhasil lepas dari tekanan Benavidez dan membelas dengan pukulan straight kiri.

Saat ronde ke-12 menyisakan 50 detik, sebuah uppercut kanan Crawford membuat Benavidez mencium kanvas.

“Saya datang. Ini hanya soal waktu. Dia melambat dengan cepat. Dia kelelahan. Sata itulah saya melihat peluang untuk melancarkan uppercut. Setiap kali saya akan pura-pura memukul, dia akan mundur. Jadi saya seperti, ‘Sekarang bukan waktunya.’ Namun begitu dia melambat, saya melihat bahwa saya mendapat peluang kemudian saya pun melakukannya. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *