Sebelum Canelo-Chavez, Inilah Duel Terpanas Antar Petinju Meksiko

Sebelum Canelo-Chavez, Inilah Duel Terpanas Antar Petinju Meksiko

Berita Tinju: Duel Saul “Canelo” Alvarez dan Julio Cesar Chavez Jr akhir pekan ini akan menambah deretan rivalitas antara sesama petinju Meksiko. Berikut beberapa pertarungan “terpanas” sesama Meksiko yang paling menarik sepanjang sejarah tinju profesional:

Perang tiga episode atara Barrera dari Mexico City dan Morales dari Tijuana menggambarkan rivalitas antara dua pusat tinju Meksiko. “Barrera berasal dari Mexico City, dan orang-orang di sana merasa mereka lebih baik daripada yang lainnya,” kata Ricardo Jimenez, promotor tinju untuk Top Rank. Namun, hal ini dibantah oleh Barrera sendiri, yang mengatakan dirinya diperlakukan buruk di Tijuana ketika dia menetap di sana di awal kariernya.

Dalam duel pertama mereka di Las Vegas, Morales dinyatakan menang angka, yang dicemooh kubu Barrera usai pertarungan dan menuntut duel ulang. Duel pertama itu sendiri terpilih sebagai ‘Fight of the Year’ oleh Ring Magazine dan kemudian masuk dalam serial HBO Fights of the Decade. Dipenuhi adu pukul tanpa henti sepanjang pertarungan, ronde 5 dan 9 merupakan beberapa ronde terbaik kedua petinju.

Kemenangan Barrera di duel kedua mereka membuka peluang untuk duel ketiga, yang terjadi pada 2004, dan kembali terilih sebagai ‘Fight of the Year’ dan masuk dalam duel-duel terbaik sepanjang masa. Meskipun kedua petinju gantung sarung tinju setelahnya, Morales mengonfirmasi lewat Tiwtter bahwa duel keempat bakal digelar, dengan kedua petinju kini memasuki umur 40-an tahun.

Kala Jesus Castillo wafat pada 2013, rival lamanya Ruben Olivares memuji habis pesaingnya itu. “Chucho benar-benar tangguh,” kata Olivares. “Kita kehilangan seorang petarung sejati. Kami menghadapi satu sama lain sebanyak tiga kali, dan tiap pertarungan begitu ketat karena dia pemukul yang begitu keras.”

Ketiga pertarungan diadakan di Forum di Inglewood, semuanya dinanti-nanti. Dalam era ketika pertarungan berlangsung 15 ronde, Olivares dan Castillo bertarung sampai ronde terakhir di pertemuan pertama, dengan Olivares yang keluar sebagai pemenang. Castillo, yang kala itu menjadi ‘underdog’, membuat terkejut para penonton dengan penampilannya, sehingga memantik duel ulang.

Castillo mendominasi pertarungan kedua, meng-KO Olivares yang kehilangan rekor tak terkalahkannya hanya enam bulan setelah duel pertama mereka. Hampir setahun setelah pertarungan pertama, Olivares dan Castillo bertemu untuk menentukan pemenang sejati. Olivares meraih kemenangan angka mutlak, dalam pertarungan penyatuan gelar juara dunia kelas bantam WBC dan WBA.