Roman ‘Chocolatito’ Gonzalez Inginkan Trilogi Lawan Srisaket Sor Rungvisai

Roman ‘Chocolatito’ Gonzalez Inginkan Trilogi Lawan Srisaket Sor Rungvisai

Berita Tinju: Roman akan mengadakan pertemuan dengan promotornya yaitu Akihiko Honda di Jepang, ia akan berangkat ke jepang bersama manajernya Carlos Blandon. Pertemuan tersebut untuk membahas tentang masa depan petinju yang pernah menjadi juara dunia di 4 divisi ini.

Pertemuan tersebut akan menyinggung soal calon lawan, tanggal dan lokasi pertarungan dan perubahan dalam tim.

Roman telah menyatakan keinginannya untuk bertarung dengan Kal Yafai, petinju juara WBA asal Inggris. “Saya harap tawaran bagus akan segera datang. Saya mengharap jawaban dari Mr. Honda. Kami telah berbicara tentang kemungkinan untuk pertarungan dengan Yafai,” ujar Roman dalam wawancara dengan Channel 10.

Roman tampaknya sangat ingin bertarung dengan Yafai, tapi ia butuh persetujuan dari Mr. Honda sang promotor.

Roman juga mengungkap jika ia bisa menjadi juara dunia WBA, ia akan membuka kemungkinan untuk bertarung lagi dengan Srisaket Sor Rungvisai. Roman masih penasaran dengan Rungvisai yang mengalahkannya 2 kali, 1 kali dengan kalah angka dan 1 kali dengan KO.

“Saya ingin bertarung bulan Desember, tapi mereka tidak memberi kesempatan, mereka menyuruh saya beristirahat. Jika saya bisa menjadi juara dunia lagi, saya mungkin akan mendapat kesempatan melawan Rungvisai lagi, saya ingin menyatukan gelar melawan dia. Sesuatu yang hebat akan datang, banyak petinju yang kalah berhasil bangkit lagi. Saya pernah berkata bahwa jika saya kalah saya tidak akan beralasan. Di semua tempat saya bertarung semua orang memberi respon baik hal itu memberi saya kepuasan,” lanjut Roman.

“Dalam semua pertarungan, saya selalu berada pada kondisi terbaik. Rungvisai menjatuhkanku, dia mendaratkan pukulan yang tidak saya sangka. Dia petinju kidal yang sulit dilawan dan saya memberi pujian untuknya, saya tidak beralasan.”

Roman juga membuka kemungkinan untuk mendapat pelatih baru, ia berkata: “Hal terpenting adalah punya pelatih kepala, kami sedang memilih. Kami semua adalah tim, pemimpin tim ini adalah Mr. Honda, dia yang membuat keputusan.”