Promotor Mengatakan Rencana Pertarungan Crawford Selanjutnya

Promotor Mengatakan Rencana Pertarungan Crawford Selanjutnya

Bob Arum mengaku sangat terkesan dengan performa petinjunya, Terence Crawford, saat menumbangkan Jeff Horn, Sabtu (9/6) lalu. Kemenangan ini sekaligus membawa petinju Amerika Serikat itu menyabet gelar juara dunia kelas welter WBO. Arum mengaku siap mengagendakan banyak pertandingan untuk petinju berusia 30 tahun itu.

Dia bahkan menyamakan petinju berusia 30 tahun tersebut dengan legenda tinju dunia, Sugar Ray Leonard. “Dia petinju yang istimewa,” kata Arum dalam konferensi pers setelah laga yang digelar di MGM Grand Garden, Las Vegas itu.

“Saya pernah katakan kepada semua orang. Saya membandingkannya, dan ini pujian tertinggi yang bisa saya berikan kepada seorang petinju kelas welter atau di kelompok bobot kelas menengan dalam tinju, bahwa dia mengingatkan saya kepada Sugar Ray Leonard,” ungkap Arum, pentolan perusahaan promotor Top Rank.

“Dan ini bagi saya adalah pujian yang sangat tinggi dari saya karena saya selalu berpikir Leonard adalah yang terbaik. Dan, pria ini (Crawford) menyamai, atau bahkan lebih baik dibanding Ray dulu.”

Crawford yang duduk di samping Arum sangat menghargai pujian promotornya ini.

“Ini pencapaian besar,” kata Crawford yang tak mau membandingkan dirinya dengan Leonard.

Sama dengan Crawford, Leonard pernah menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. Sebelum kalah dalam dua laga terakhir melawan Terry Norris dan Hector Camacho, Leonard mencatat rekor 36 kali menang (25 KO), sekali kalah, dan sekali seri.

Leonard, yang kini berusia 62 tahun, sukses memenangkan beberapa pertandingan akbar seperti melawan Wilfred Benitez, Roberto Duran, Thomas Hearns, dan Marvin Hagler. Dia pun terpilih sebagai Petinju Terbaik pilihan Boxing Writers Association of America pada tahun 1976 (bersama Howard Davis, Leo Randolph, Leon Spinks, dan Michael Spinks), 1979, dan 1981.

Namanya pun diabadikan dalam International Boxing Hall of Fame pada 1997.Sama dengan Crawford, Leonard pernah menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. Sebelum kalah dalam dua laga terakhir melawan Terry Norris dan Hector Camacho, Leonard mencatat rekor 36 kali menang (25 KO), sekali kalah, dan sekali seri.

Leonard, yang kini berusia 62 tahun, sukses memenangkan beberapa pertandingan akbar seperti melawan Wilfred Benitez, Roberto Duran, Thomas Hearns, dan Marvin Hagler. Dia pun terpilih sebagai Petinju Terbaik pilihan Boxing Writers Association of America pada tahun 1976 (bersama Howard Davis, Leo Randolph, Leon Spinks, dan Michael Spinks), 1979, dan 1981. Namanya pun diabadikan dalam International Boxing Hall of Fame pada 1997.

Crawford (33-0, 24 KO) menjadi juara di tiga kelas berbeda setelah menundukkan Horn (18-1-1, 12 KO), yang menundukkan Manny Pacquiao 11 bulan lalu di di Brisbane, Australia.

Crawford mengaku ingin melakukan laga unifikasi melawan juara kelas welter IBF Errol Spence Jr. (23-0, 20 KO), juara WBA Keith Thurman (28-0, 22 KO, 1 No Contest), atau pemenang antara laga mendatang yang mempebutkan gelar juara WBC antara Danny Garcia (34-1, 20 KO) dan Shawn Porter (28-2-1, 17 KO). Namun petinju asal Omaha, Nebraska, itu ingin menghadapi lawan lain pada pertarungan mendatang.

“Masa depan tak terbatas,” kata Arum. “Kami memiliki banyak rencana. Kami akan menyiapkan sebanyak mungkin laga untuknya. Anda tahu, jika dia ingin bertarung tiga kali dalam setahun, jika dia ingin melakukan empat pertarungan dalam setahun, kami akan memberikannya. Jadi ini terserah kepada dia. Mau sesibuk apa dia nanti.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *