Presiden WBC, Kesepakatan Laga Wilder Vs Joshua Bakal Sulit Tercapai

Presiden WBC, Kesepakatan Laga Wilder Vs Joshua Bakal Sulit Tercapai

Berita Tinju: Presiden World Boxing Council (WBC) Mauricio Sulaiman memperkirakan kesepakatan pertarungan unifikasi tinju kelas berat antara Deontay Wilder melawan Anthony Joshua tak akan tercapai dalam waktu dekat. Menurutnya, kedua pihak berkeras ingin laga digelar di negara masing-masing.

Kedua kubu sudah melakukan pembicaraan selama beberapa pekan untuk mewujudkan pertarungan ini. Namun waktu terus berjalan

Promotor Joshua, Eddie Hearn dari Matchroom, memberi waktu kepada Wilder selama dua pekan untuk menyetujui kesepakatan ini. Jika tidak, Joshua kemungkinan akan menjalani pertarungan wajib mempertahankan gelar WBA melawan Alexander Povetkin.

Kubu Wilder telah mengajukan tawaran 50 juta dolar AS kepada Joshua agar mau melakukan partai unifikasi ini di Amerika Serikat. Sebelumnya, dalam sebuah wawancara Joshua pernah menyatakan dirinya tak akan berpikir panjang jika ditawari bayaran 50 juta dolar AS.

Namun setelah berpikir ulang, Joshua menyatakan bersedia bayarannya lebih rendah asalkan laga digelar di Inggris. Dia sangat yakin pertarungan ini akan digelar di negaranya.

Wilder juga tampaknya ngotot ingin pertarungan ini digelar di AS. Apalagi setelah kubunya berani melontarkan tawaran 50 juta dolar AS.

Sulaiman pun ragu negosiasi laga ini akan mencapai kesepakatan. “Wilder sangat ingin pertarungan terwujud. Mereka mengatakan kepadanya jika ingin laga ini terwujud dia harus pergi ke Inggris dan menyatakan bersedia. Lalu mereka menawari Joshua 50 juta dolar AS untuk datang ke AS dan kini semuanya jadi ruwet,” kata Sulaiman.

“Saat ini semuanya terlihat stagnan, tak ada kemajuan. Negosiasi ini akan sulit,” papar Sulaiman kepada ESPN Deportes.

Wilder mempertahankan gelar juara WBC pada Maret lalu. Saat itu dia berhasil menghentikan penantangnya, Luis Ortiz, pada ronde ke-10 di Barclays Center, Brooklyn, New York.

Laga terakhir Joshua sendiri terjadi pada Maret lalu. Dia berhasil menundukkan Joseph Parker dengan kemenangan angka. Kemenangan ini di Stadion Principality, Cardiff, Wales ini, membuatnya menyandingkan gelar WBO, setelah sebelumnya memegang sabuk gelar juara kelas berat WBA, IBO, dan IBF.

Hearn sendiri saat ini juga tengah melakukan pembicaraan dengan kubu Povetkin sebagai antisipasi jika negosiasi dengan tim Wilder menemui jalan buntu.