Petinju Skotlandia Tewas, Olahraga Tinju Bakal Dilarang?

Petinju Skotlandia Tewas, Olahraga Tinju Bakal Dilarang?

Berita Tinju: Usia Mike Towell baru 25 tahun dan memiliki seorang bayi laki-laki berusia delapan bulan ketika petinju Skotlandia itu menghembuskan napas terakhir pada Jumat (30/9) setelah bertarung sehari sebelumnya.

Menghadapi Dale Evans dalam partai eliminasi untuk duel perebutan titel kelas welter Inggris di Glasgow, Towell takluk di ronde kelima. Dia sempat dipukul jatuh pada ronde pertama dan kembali mencium kanvas di ronde kelima yang berujung pada kekalahan pro pertamanya.

Towell ditandu keluar ring dan segera dilarikan ke rumah sakit universitas Queen Elizabeth. Dari hasil pemeriksaan, dia mengalami pendarahan dan pembengkakan pada bagian otaknya. Akhirnya, dia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat malam.

Kabar menyedihkan itu disampaikan oleh pasangan hidup Towell, Chloe Ross, melalui akun Facebook miliknya. “Dengan hati remuk, saya memberitahukan bahwa sahabat menjengkelkan saya meninggal dunia malam ini pada pukul 11.02 dengan sangat damai,” tulisnya.

Chloe mengungkapkan Towell “berjuang sampai akhir”. Bertahan dua belas jam setelah alat pendukung hidupnya dicabut, sebelum akhirnya menutup mata selamanya. “Bayi saya kehilangan ayahnya,” katanya. “Namun Rocco akan sangat bangga dengan pencapaian ayahnya.”

Entah ada hubungannya atau tidak, Chloe mengungkapkan Towell mengeluh merasakan pusing selama berpekan-pekan sebelum duel tersebut. Tapi migran itu hanya dianggap Chloe sebagai bentuk stres jelang pertarungan. Manajemen Towell sendiri malah tak tahu soal ini.

Pertarungan Towell-Evans itu dipimpin oleh Victor Loughlin. Dia pula yang menjadi wasit duel perebutan gelar kelas menengah Inggris antara Chris Eubank dan Nick Blackwell pada Maret silam. Karier pro Blackwell tamat setelah mengalami pendarahan pada tengkoraknya dalam partai itu.

Yang jelas, peristiwa naas yang menimpa Towell (12-1-1) ini mengundang keprihatinan dan kecaman terhadap kebrutalan olahraga tinju. Dari dokter, ahli kesehatan, bahkan politisi, semuanya menuntut olahraga tinju dilarang.

“Berapa banyak nyawa lagi yang harus rusak atau hilang sebelum olahraga tidak berperasaan ini akhirnya dilarang?” ujar pimpinan badan amal cedera otak Headway, Peter McCabe, “Sepanjang tinju masih boleh dilaksanakan, semakin banyak nyawa anak muda yang akan rusak dan hilang.”

Pada 1998 dan 2005, anggota parlemen Partai Buruh, Paul Flynn, pernah berusaha menggolkan RUU yang melarang pukulan ke kepala dalam tinju. Tapi kedua usahanya gagal. Beberapa tahun terakhir Asosiasi Kesehatan Inggris (BMA) dan Asosiasi Kesehatan Dunia (WMA) juga minta olahraga tinju dihapuskan akibat bahaya jangka pendek dan panjang pada otak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *