Petinju Indonesia Maxi Nahak, Raih Gelar WBC Di Korea Selatan

Petinju Indonesia Maxi Nahak, Raih Gelar WBC Di Korea Selatan

Berita Tinju: Bermarkas di Sasando Boxing Camp (BC) Negalsari Tangerang Banten, Maxi Nahak Rodriges mengukir prestasi untuk Indonesia. Maxi berhasil meraih juara dunia tinju Asia versi WBC setelah menumbangkan petinju asal Korea Selatan, Eun-chang Lee.

Maxi dilahirkan di Kabupaten Malaka NTT, ia menjadi petinju ke tiga di Indonesia yang berhasil meraih juara di Seoul Korea Selatan. Maxi meraih gelar WBC Asia kelas menengah (72,5 Kg) setelah memukul jatuh Eun-chang Lee di ronde ketiga pada pertandingan di Grand Ballroom Millennium Seoul Hilton Korea Selatan, pada Minggu (17/7/2016) siang.

Maxi yang sebelumnya tidak difavoritkan tidak memberi kesempatakan kepada Eun-chang Lee yang sangat di unggulkan menumbangkan Maxi di pertengahan ronde.

Sehari sebelum Maxi Nahak mengalahkan Eun-chang Lee, berita tentang preview pertandingan ramai beredar di dunia online, namun setelah pertandingan usai berita tentang kemenangan Maxi Nahak sepi.

Pihak penyelenggara AK Promotion bersama dengan promotor Andy Kim hanya sibuk mempublikasikan kemenangan petinju Pakistan Muhammad Waseem, yang berhasil menumbangkan petinju Filipina Yeter Oliva pada WBC Perak kelas terbang. Pers Korea Selatan seakan malu dan menutupi kehancuran petinjunya di tangan Maxi Nahak.

Seperti yang ditulis dari tangerangnews.com, ‘”Butuh perjuangan yang luar biasa untuk bisa merebut gelar juara petinju Lee. Namun berkat tekad semua itu tidak ada yang mustahil. Terbukti semula tidak diunggulkan, akhirnya berhasil membungkam tuan rumah Korea Selatan dengan memukul KO Lee di ronde ketiga'” ujar Maxi.

Persiapan Maxi Nahak untuk menghadapi petinju Lee sangat singkat. ‘”Hanya dua minggu,'” ucap Maxi Nahak, pria yang lahir 32 tahun lalu ini. Dan postur tubuh antara Maxi Nahak dan Lee tidak seimbang. Lee memiliki tinggi 185 Cm, sedangkan Maxi Nahak hanya 170 Cm.

Dengan fasilitas latihan terbatas, namun Maxi Nahak mampu mengalahkan Lee petinju Korea Selatan. Selain itu minimnya dukungan dari kemenpora mengurangi minat tinju di Indonesia. Semoga dengan prestasi ini membuat pemerintah dapat lebih memperhatikan olahraga tinju di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *