Pelatih, Kondisi Wilder Baru 72-76% Saat Taklukkan Ortiz

Pelatih, Kondisi Wilder Baru 72-76% Saat Taklukkan Ortiz

Berita Tinju: Jay Deas, pelatih dan “co-manager” juara tinju kelas berat WBC Deontay Wilder (40-0, 39 KO), menyatakan petinjunya itu tidak berada dalam kondisi 100 persen saat menaklukkan Luis Ortiz, Sabtu (3/3) malam di Barclays Center, New York, Amerika Serikat. Saat tarung melawan Ortiz, Wilder baru saja pulih dari sakit.

Wilder mendapat banyak hantaman pada ronde ketujuh dalam laga ini. Namun dia kemudian bangkit dan sempat dua kali menjatuhkan Ortiz, sebelum mengakhiri perlawanan petinju Kuba itu pada ronde ke-10.

Sebelum pertandingan, banyak pihak heran karena saat timbang badan karena Wilder hanya berbobot 214 pounds atau hanya 97,06 kg. Ini salah saat bobot paling ringan sepanjang karier tinju profesionalnya.

Saat wawancara setelah laga melawan Ortiz, Wilder mengakui bobotnya lebih ringan dibanding basanya karena dirinya sakit dalam persiapan melawan tinju berjulukan “King Kong” itu.

Deas juga mengakui bahwa Wilder mengalami sakit cukup parah ketika menjalani latihan jelang lawan Ortiz. Dia juga baru mengerahkan 72-76 persen dari kemampuannya saat melawan Ortiz.

“Saya kaget ketika dia mengatakan itu kepada Jim (Gray) karena dia tak ingin saya tahu dia sakit. Dia mengalami demam yang parah sekitar sepekan dan sehari sebelum laga,” kata Deas kepada FanSided.

“Setelah sepekan berlalu, dia (Wilder) terus membaik. Saat demamnya hilang bukan berarti kekuatannya bisa langsung kembali,” papar Deas lagi.

“Dia baru saja pulih dari sakit, kekuatannya hanya 72-76 persen saat naik ring. Selama sepekan menjelang laga, dia mungkin mendapatan kekuatannya kembali tapi pasti tidak 100 persen. Dia belum pulih sepenuhnya. Dia bahkan masih terbatuk-batuk di ruang ganti menjelang pertarungan itu,” kata Deas menambahkan.

Deas mengaku sangat terkesan dengan cara petinjunya bangkit setelah sempat nyaris tumbang di ronde ketujuh.

“Deontay mendapat banyak pukulan telak namun dia tak pernah menyerah untuk mencari cara untuk bangkit,” ungkapnya.

“Dia tak pernah lepas dari kakinya. Dia mendapat serentetan pukulan keras dari petinju hebat namun dia mencoba untuk meredamnya, merangkul, mengulur waktu. Ada banyak hal yang dia lakukan dalam pertarungan itu yang membuat saya senang,” papar Deas.