Parker, Partai Lawan Whyte Sangat Berisiko

Parker, Partai Lawan Whyte Sangat Berisiko

Berita Tinju: Petinju kelas berat Joseph Parker mengakui dirinya telah mengambil risiko besar dengan datang ke London untuk menghadapi Dillian Whyte dalam upayanya untuk bangkit. Mantan juara kelas berat WBO ini mengambil jalur yang tak biasa untuk bangkit.

Alih-alih melawan petinju yang dipandang lemah, Parker justru memilih lawan yang masuk jajaran elite petinju kelas berat dunia. Padahal laga ini sangat berisiko. Jika kalah maka dia bakal kian terpuruk setelah kehilangan gelar juara WBO Maret lalu saat melawan Anthony Joshua. Namun Parker berani mengambil tantangan berat ini.

Whyte, 30, adalah salah satu petinju papan atas dunia. Seperti halnya Parker, dia tengah menanti kesempatan menantang raja kelas dunia, Anthony Joshua dan Deontay Wilder.

Whyte juga menorehkan kemenangan yang paling mengesankan jika beraksi di kandangnya. Dan kali ini Parker akan menghadapi Whyte di Inggris.

Jika menyerah melawan Whyte, Parker bakal kehilangan reputasi sebagai salah satu petinju ancaman bagi Joshua. Dia berarti mengalami dua kekalahan beruntun. Catatan seperti ini tentu akan sangat merusak rekornya.

Kubu Parker juga menyadari risiko ini. “Ini laga yang berisiko. Lihat betapa berbahayanya dia dalam laga terakhir. Dia terlihat luar biasa dan bertarung dengan baik. Lucas Browne belum pernah kalah KO sebelumnya,” ujar Parker kepada Press Association Sport.

“Saya bisa saja bertemu lawan yang yakin bisa saya kalahkan. Namun apa artinya jika seperti itu?” imbuhnya.

“Anda menjalani latihan yang keras dan Anda tidak bertemu keluarga hanya untuk menghadapi laga yang pasti Anda menangkan. Itu tak membuat motivasi Anda terpicu. Namun bertemu petinju seperti dia akan membangkitkan motivasi yang tinggi,” katanya lagi.

“Jika saya mampu mengalahkan Whyte peluang saya untuk memburu gelar juara dunia akan kembali terbuka,” ungkapnya. Kedua petinju pernah mengalami kekalahan melawan Joshua.

Namun Parker dituding sudah kehilangan ambisi saat menghadapi Joshua. Saat ditanya apakah penampilannya saat melawan Joshua sudah cukup untuk menundukkan Whyte, Parker berkata, “Saya mungkin harus bekerja lebih keras.”

“Ini akan menjadi laga yang benar-benar berbeda. Dillian suka mendekat dan bertarung jarak dekat. Jika dia ingin seperti ini saya akan meladeni. Saya belajar banyak dari pertarungan sebelumnya,” kata Parker.

Gerakan dan kecepatan Parker akan menjadi ancaman besar bagi Whyte. Keunggulannya itulah yang membuatnya menjadi satu-satunya lawan yang bisa terhindar dari kekalahan KO oleh Joshua. “Saya memang selalu lebih berat karena secara natural tubuh saya memang besar,” ungkapnya.

“Waktu latihannya pendek jadi kami tak memfokuskan untuk mengurangi bobot. Kami hanya melakukannya jika ingin bergerak lebih lincah dan efektif dan bergerak lebih cepat,” paparnya. “Saya memiliki kecepatan, ketepatan, dan power,” kata Parker.

“Saya tenang, saya kalem, dan tahu benar kelemahannya. Saya akan tunjukkan kepadanya bahwa ‘Anjing Tempat Sampah’ ini masih di sini. Dia harus berhati-hati,” paparnya.