Ortiz Positif Doping, Partai Lawan Wilder Terancam Batal

Ortiz Positif Doping, Partai Lawan Wilder Terancam Batal

Berita Tinju: Deontay Wilder kemungkinan bakal kembali kehilangan kesempatan bertanding dalam pertarungan akbar setelah calon lawannya terbukti menggunakan obat-obatan terlarang. Ini untuk ketiga kalinya Wilder batal bertanding karena calon lawannya tersandung kasus doping.

Pada Desember 2015, dia direncanakan bertemu Alexander Povetkin, namun petinju Rusia itu dinyatakan gagal dalam tes doping menjelang laga kelas berat WBC. Hal serupa dialaminya menjelang laga Februari lalu. Andrzej Wawrzyk yang seharusnya dia hadapi dalam laga mempertahankan gelar juga tak lolos tes doping.

Kini kejadian serupa dialami Wilder. Dia seharusnya berhadapan dengan Luis Ortiz pada 4 November mendatang. Namun pertemuan ini terancam batal lantaran Ortiz tersandung masalah obat peningkat performa tubuh itu. Padahal ini salah satu laga kelas berat yang paling dinanti.

Presiden WBC Mauricio Sulaiman, lewat media soasial Jumat pagi menguggah kabar soal Ortiz ini. Dia mengungkapkan bahwa Ortiz terbukti mengonsumsi bahan terlarang chlorothiazide dan hydrochlorothiazide.

Menurut sebuah sumber, Ortiz juga tidak mengklaim dirinya sedang mengonsumsi obat-obatan untuk kebutuhan medis saat mengisi formulir Voluntary Anti-Doping Association (VADA) menjelang tes doping tersebut.

Ortiz (27-0, 23 KO) masih memiliki peluang untuk lepas dari tuduhan menggunakan doping melalui sampel B. Namun sangat jarang terjadi sampel B juga menunjukkan hasil negatif. Ini berarti Wilder akan menghadapi lawan berbeda pada laga di Barclays Center, Brooklyn nanti.

“Saya harus berkomunikasi dengan tim. Ini jelas sangat mengecewakan,” ujar Lou DiBella, promotor Wilder kepada RingTV.com.

“Deontay Wilder adalah juara dan ingin penantang terbaik. Dia sosok yang hidupnya bersih dan juga pertarungannya. Saya tak pernah melihat petinju yang menjadi korban PED seperti yang dia alami. Menurut saya ini peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga,” ujarnya.

Kekecewaan kubu Wilder sangat wajar karena mereka bersama WBC sudah bekerja keras agar pertarungan ini bisa terlaksana.

Ortiz sebelumnya pernah terjerat kasus serupa. Dia terbukti positif mengunsumsi anabolic steroid Nandrolone setelah menang KO pada ronde pertama melawan Lateef Kayode pada 2014.

Wilder sendiri sudah memperingatkan Ortiz agar tak menyentuh obat-obatan terlarang yang bisa mengacaukan rencana pertarungan mereka. Hal itu diungkapkan Wilder dalam konferensi pers pekan lalu. Saat itu Ortiz mendengarkan ucapan Wilder via telepon karena dia terjebak di Miami akibat Badai Irma.

“Tetaplah bersih sebab kami akan memeriksa,” ujar Wilder kepada Ortiz saat konferensi pers. “Tetaplah bersih. Jangan kacaukan ini karena saya akan buktikan kepada dunia bahwa sayalah yang terbaik,” ujar Wilder.

Namun Ortiz seperti tak mendengar peringatan Wilder. Dan kini sang juara WBC sepertinya bakal kembali batal membuktikan dirinya sebagai yang terbaik.