Naik Kelas Tahun Depan, Munguia Bidik Canelo Atau Golovkin

Naik Kelas Tahun Depan, Munguia Bidik Canelo Atau Golovkin

Berita Tinju: Petinju yang baru saja menyabet gelar juara dunia kelas menengah junior WBO Jaime Munguia (29-0, 25 KO) berencana naik ke kelas menengah pada 2019. Dia ingin bertarung melawan petinju dengan nama besar di kelas 160 pound (72,57 kg) itu.

Dalam laga Sabtu malam, dia membuktikan dirinya sangat layak diwaspadai setelah menang knock-out (KO) atas Sadam Ali. Dia menghentikan petinju Amerika Serikat itu pada ronde keempat dan menyabet gelar juara kelas menengah junior WBO di Turning Stone Casino, Verona, New York.

Ali sempat empat kali terjatuh sebelum dianggap menyerah dalam partai ini, dua kali pada babak pertama, sekali pada ronde kedua, dan pada babak keempat lalu dianggap kalah.

Munguia sebenarnya bukan petinju yang dijadwalkan bertemu Ali dalam laga Sabtu lalu. Dia tampil sebagai petinju pengganti untuk penantang utama bagi Liam Smith, yang mundur dua pkan lalu karena sakit.

Sebelum diberi kesempatan menghadapi Ali, petinju Meksiko yang belum terkalahkan itu digadang-gadang sebagai penantang potensial bagi raja kelas menengah Gennady Golovkin dalam pertarungan 5 Mei lalu.

Namun ide mempertemukan Munguia dengan Golovkin tak mendapat izin dari Komisi Atletik Nevada. Keputusan ini membuat Golovkin memindahkan lokasi pertarungan dari las Vegas ke California. Lawan yang dihadapi pun berganti jadi Vanes Martirosyan.

Munguia, yang begitu perkasa di kelasnya, akan kembali mencoba mewujudkan keinginan bertarung melawan Golovkin tahun depan.

“Saya ingin naik ke kelas menengah tahun depan untuk bertemu Canelo atau Golovkin karena mereka tak pernah memberikan kesempatan kepada saya selama. Saya ingin melihat (Golovkin) tidak takut menghadapi saya,” ungkap Munguia.

Soal kemenangan spektakulernya atas Ali, petinju muda Meksiko ini mengaku bangga menjadi juara dunia dalam usia baru 21 tahun.

“Ini bagian dari sejarah Meksiko. Hampir tak ada petinju meksiko mampu menjadi juara WBO dalam usia semuda ini. Saya sangat senang dan tidak tahu harus berbuat apa,” kata Munguia.

“Saya tahu saya petinju dengan pukulan hebat dan saya yakin bisa menjatuhkannya antara ronde pertama sampai ketiga,” papar Munguia lagi.