Muhammad Ali, Menjadi Populuer Di Dunia Tinju Kelas Berat

Muhammad Ali, Menjadi Populuer Di Dunia Tinju Kelas Berat

Sebagai petinju dengan predikat “The Greatest”, tentunya sosok Muhammad Ali sangat popular, tidak hanya di dunia, tetapi juga di sisi para tokoh-tokoh dan public figure, khususnya dari dunia tinju.

“Saya selalu emrasa bahwa tuhan menciptakan Muhammad (Ali, red.) secara special, tetapi saya tidak tahu mengapa tuhan memilih saya yang mengandung dan melahirkannya.” Odessa Grady Clay, ibunda Muhammad Ali.

“Yah, Anda lebih baik belajar bagaimana caranya bertarung sebelum Anda memulai untuk menantang orang-orang yang ingin Anda kalahkan.” Opsir Joe Martin kepada Muhammad Ali muda saat ia kehilangan sepedanya.

“Ia selalu meminta saya untuk melempar batu kepadanya. Saya pikir dia gila, tetapi dia terus berdiri dan menepis setiap batu yang saya lempar. Saya tak pernah bisa mengenainya.” Rahman Ali, saudara laki-laki Muhammad Ali.

“Secara pribadi, banyak waktu di mana ia sangat bijak dan sangat diam. Tetapi dia tau bagaimana cara mempromosikan dirinya. Ya Tuhan, dia bisa melakukannya.” Angelo Dundee, pelatih Ali.

“Terkadang ia terdengar sangat humoris, tetapi di lain kesempatan ia seperti seorang pria yang bisa menulis dengan indah, tetapi tidak bisa berpuisi.” Archie Moore, sebelum pertandingannya melawan Ali pada tahun 1962.

“Clay (Muhammad Ali, Red.) akan menang. Ia adalah atlet negro terbaik yang pernah saya kenal, dan ia akan lebih berarti kepada manusia lebih dari Jackie Robinson.” Malcolm X, aktivis hak sipil.

“The Greatest Ali pernah bertarung melawan Cleveland Williams. Malam itu, Ali adalah petarung paling efektif yang pernah ada.” Komentator legendaries Amerika,Howard Cosell, pada saat Ali menghancurkan Williams pada pertandingan tahun 1966.

“Hari dimana saya bertanding untuk kejuaraan dunia melawan Ali, saya membelikan istri saya kosmetik, dan menyuruhnya untuk memakainya malam it, ‘karena kamu akan tidur bersama juara dunia kelas berat’. Malam itu, sekembalinya saya dari pertandingan, istri saya justru berkata, ‘haruskah saya pergi ke kamarnya, atau ia akan datang ke kamarku?’”. Chuck Wepner, dikalahkan oleh Ali padapertandingan tahun 1975.