Muhammad Ali Dan Mike Tyson Dalam Diri Deontay Wilder

Muhammad Ali Dan Mike Tyson Dalam Diri Deontay Wilder

Berita Tinju: Presiden WBC Mauricio Sulaiman sangat kagum dengan penampilan ganas dari petinju juara dunia kelas berat WBC Deontay Wilder pada hari Sabtu lalu. Sulaiman menyaksikan dari samping ring saat Wilder membuat KO Bermane Stiverne pada ronde pertama dengan cara yang brutal.

Duel yang digelar di Barclays Center ini adalah partai rematch antara Wilder dan Stiverne, pada duel pertama Wilder hanya sanggup menang angka atas Stiverne dan membuat Stiverne menjadi petinju satu-satunya yang tidak kalah KO dari Wilder. Pada duel rematch ini Wilder membayar lunas hutang Konya kepada Stiverne, petinju setinggi 2 meter ini membuat Stiverne jatuh tiga kali sebelum duel dihentikan oleh wasit.

Sang presiden WBC sangat terkesan dengan penampilan dari Wilder dan membuatnya teringat akan petinju-petinju kelas berat yang melegenda seperti Muhammad Ali, Larry Holmes dan Mike Tyson.

“Penampilan luar biasa dari juara kelas berat WBC kebanggan kami Deontay Wilder! Beberapa orang memilih untuk mengkritik dan mempertanyakan Stiverne, saya memilih memuji Wilder yang atletis, kuat dan cepat. Saya sebelumnya belum pernah melihat petinju kelas berat melayangkan jab yang tajam dan tepat semenjak Larry Holmes,” kata Sulaiman.

“Stiverne menunggu jab dan menggerakkan kepalanya menanti momen untuk balas menyerang, lalu datanglah sebuah bom, pukulan kanan yang bersarang di dagu melalui sarung tinju Stiverne lalu jatuhlah dia. Wilder berada di atasnya, berteriak “bangun”, yang membuat saya teringat dengan Muhammad Ali, tetapi Wilder berteriak dengan penuh kemarahan, itu bukan pertunjukan, itu semua sungguhan,” lanjut Sulaiman.

“Stiverne bangun tetapi dijatuhkan lagi dan lagi. KO ronde pertama, sama seperti Mike Tyson dulu. Sabtu lalu, saya melihat tiga elemen dari petinju hall of fame legendaris Ali, Holmes dan Tyson, semuanya jadi satu dan kelas berat kembali seru.”

Sulaiman mengatakan bahwa organisasinya sepenuhnya mendukung upaya Wilder untuk mewujudkan pertarungan unifikasi gelar kelas berat melawan Anthony Joshua.

“Semuanya dipersiapkan untuk Wilder vs Joshua. Wilder secara spesifik berkata pada saya bahwa ia menginginkan Joshua untuk duel berikutnya dan dia meminta WBC melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Sekarang semuanya terserah kepada promotor, manajer dan TV untuk mewujudkannya. Kedua petinju menginginkannya, dunia menginginkannya dan tinju membutuhkannya,” tutup Sulaiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *