Mikey Garcia Hentikan Dejan Zlaticanin Dengan Kemenangan KO Sensasional

Mikey Garcia Hentikan Dejan Zlaticanin Dengan Kemenangan KO Sensasional

Berita Tinju: Mikey Garcia belum kehilangan sentuhannya setelah menuai kemenangan KO sensasional atas juara bertahan Dejan Zlaticanin, Sabtu (28/1) lalu. Petinju 29 tahun itu berhasil menyungkurkan penyandang gelar juara ringan WBA itu di ronde ketiga.

Dalam duel utama bersama dengan partai Carl Frampton-Leo Santa Cruz di MGM Grand Garden Arena, Garcia memastikan diri sebagai juara dunia di tiga divisi berbeda – kelas bulu, ringan yunior dan kini, ringan – dengan meng-KO Zlaticanin secara brutal.

Bahkan, petinju Montenegro itu sampai harus berbaring cukup lama karena penanganan medis, sebelum akhirnya bisa berdiri. “Saya sangat gembira dia baik-baik saja,” kata Garcia. “Secara alami, saya melakukan selebrasi, tapi kemudian baru merasa khawatir ketika saya melihatnya masih terbaring di sana selama beberapa menit.”

Garcia (36-0, 30 KO) memulai pertarungan dengan amat baik dan tidak pernah berhenti. Dia mengendalikan Zlaticanin dengan pukulan jab di ronde pertama, selain juga melontarkan beberapa pukuan kombinasi yang membuat penonton meneriakkan “Mikey! Mikey!”.

Zlaticanin yang bertubuh lebih pendek berusaha mendesak maju guna berduel dalam jarak dekat, namun dia kesulitan melewati jab-jab Garcia yang tajam dan akurat. Puncaknya, di ronde ketiga, Garcia mendaratkan uppercut kanan telak, disusul pukulan kiri yang membuat Zlaticanin terhuyung-huyung.

Begitu Zlaticanin menyandar di tali ring, Garcia menghajarnya dengan pukulan kanan bersih yang membuatnya jatuh ke kanvas. Kepalanya membentur kanvas dan seketika tak bergerak. Wasit Tony Weeks pun segera menghentikan duel tersebut pada 2 menit 21 detik.

Zlaticanin mengaku terkejut dengan pukulan-pukulan keras Garcia dan memuji kemenangan lawannya itu. “Tak diragukan lagi, Mikey petarung yang bagus. Saya tidak pernah bisa mendapatkan ritme bertarung,” ujar petinju berusia 32 tahun yang kini menyandang rekor 22-1 (15 KO).

Zlaticanin merupakan petinju Montenegro pertama yang menyandang gelar juara dunia. Pertarungan versus Garcia menjadi duel mempertahankan gelar pertama baginya sejak mengalahkan Franklin Mamani di ronde ketiga pada Juli tahun lalu.

Kini Garcia berkeinginan merengkuh gelar kelas ringan lainnya. “Saya terbuka untuk menyatukan gelar yang manapun (di kelas ringan),” ujar petinju yang kehilangan 2,5 tahun akibat berseteru soal kontrak dengan mantan promotor Top Rank. “Jika kami bi a membujuk badan lainnya dan menyatukan gelar, kami akan suka itu. Setelah itu, mungkin kami naik ke kelas 140 pound pada akhir tahun.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *