Mengenang Pertarungan Pertama Aaron Pryor Versus Alexis Arguello

Mengenang Pertarungan Pertama Aaron Pryor Versus Alexis Arguello

Ragam Tinju: Setelah berakhirnya era Muhammad Ai pada awal 1980-an, kemilau dunia tinju diteruskan oleh nama-nama beken seperti “Sugar” Ray Leonard, Roberto Duran, Thomas Hearns dan Marvin Hagler. Hampir setiap pekan, penggemar tinju disuguhi duel perebutan gelar melalui TV berbayar.

Walaupun tidak setenar mereka, nama Aaron “The Hawk” Pryor dan Alexis “The Explosive Thin Man” Arguello akan selalu dikenang para penggemar fanatik dan sejarawan tinju. Pertarungan pada 12 November 1982 yang dilebeli promotor Bob Arum sebagai “Pertarungan Para Juara” itu sangat membekas dalam hati mereka.

Pryor dan Arguello dipandang sebagai yang terbaik dalam kelas super ringan yang notabene kurang populer. Pryor waktu itu menyandang sebagai juara bertahan WBA. Sementara Arguelleo adalah mantan juara dunia tiga divisi yang bertekad jadi petinju pertama yang memenangi empat kelas berbeda.

Sebenarnya, Pryor dijadwalkan menghadapi “Sugar” Ray Leonard pada musim gugur 1982 untuk menentukan juara sejati kelas welter. Namun Leonard malah memutuskan gantung sarung tinju setelah harus menjalani operasi pada retina mata kirinya.

Untuk pertarungan ini, Pryor dibayar 1,6 juta dolar AS dan Arguello 1,5 juta dolar AS. Namun, meski menyandang status penantang, justru Arguello difavoritkan menang dengan odd 12-5. Arguello memang lebih diunggulkan karena pernah menjuarai tiga kelas berbeda sebelumnya (bulu, super bulu, dan ringan).

Pertarungan legendaris tersebut digelar di hadapan 23.800 penonton di Stadion Orange Bowl, Miami, Florida. HBO menyiarkan duel itu secara langsung melalui layanan berbayar yang bisa dengan mudah melampaui sejuta penonton. Tak sia-sia pula mereka harus membayar untuk menonton lewat layar kaca.

Pertarungan itu berangsung brutal, tipe adu pukul penuh darah yang diimpikan semua penggemar tinju yang menonton secara langsung. Sejak bel pertama, Pryor mengejar Arguello dengan pukulan kombinasi. Sang penantang memblok pukulan dan sesekali membalas dengan pukulan straight yang keras dan akurat.

Di ronde berikutnya, Pryor coba meningkatkan tempo dengan memukul sambil menari. Arguello tetap bertahan dengan strateginya. “Saya tidak perlu banyak memukulnya dalam setiap ronde. Tapi saya harus pastikan setiap pukulan yang mengena haruslah membuatnya sakit,” kata Arguello.

Kedua petinju mendapatkan momentumnya masing-masing di setiap ronde, dan tidak mudah menghitung skor untuk setiap ronde. Pryor sepertinya memegang kendali sampai pertengahan pertarungan. Namun Arguello balik bangkit di ronde sembilan, 10 dan 11.

Pada ronde 11, Arguello menghujani Pryor dengan sejumlah pukulan amat keras yang sepertinya mengubah arah pertarungan. Antara ronde 11 dan 12, pengamat menyadari penggunaan botol air yang berbeda oleh kubu Pryor. Masuk ronde 12, Pryor seperti punya energi berlipat, tapi Arguello sanggup meladeninya.

Di ronde 13, Arguelleo menghajar Pryor dengan satu pukulan keras, mungkin yang terkeras dalam pertarungan itu, namun sang juara bertahan mampu menari dan menghindar dari masalah.

Antara ronde 13 dan 14, pelatih Pryor, Panama Lewis – dikenal suka memakai taktik licik dan berlaku curang – terdengar meminta botol air kedua, “botol hitam” yang misterius. Kamera HBO dan mikrofon mendengar Lewis memerintahkan cutman Artie Curley untuk “Beri aku botol yang lain, botol yang saya racik.”

Pryor melakoni ronde 14 dengan energi dan stamina baru. Memulai dengan cepat dan agresif, dia mendaratkan lebih dari 10 pukulan keras, sebelum wasit Stanley Christodoulou menghentikan pertarugan itu. Arguelleo sampai harus dibaringkan beberapa menit, sebelum dipapah keluar ring.

Curley bekata “botol hitam” itu berisikan peppermint schnapp untuk mengobati ketidaknyamanan pada perut Pryor dan menghindari diare. Tapi dalam sebuah dokumenter pada 2009, Luis Resto, bekas anak asuh Lewis, berkata pelatihnya itu suka memasukkan tumbukan pil antihistamin ke dalam minuman, agar kapasitas paru-parunya lebih besar dan staminanya lebih kuat di ronde-ronde akhir.

Oleh Majalah The Ring, pertarungan bersejarah ini dinamai “Pertarungan Dekade Ini” pada 1990, dan duel perebutan gelar terbaik ke-8 sepanjang masa pada 1996. Kedua rival ini menjadi teman di kemudian hari dan saling mengunjungi beberapa kali dalam setahun sampai kematian tragis Arguelo pada Juli 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *