Menang Kontroversial, Andre Ward Rebut Gelar Berat Ringan Dari Sergey Kovalev

Menang Kontroversial, Andre Ward Rebut Gelar Berat Ringan Dari Sergey Kovalev

Berita Tinju: Andre Ward melakukan ‘comeback’ luar biasa dan menang angka mutlak atas Sergey Kovalev di Las Vegas, Sabtu (19/11) malam atau Minggu (20/11) pagi WIB. Berkat kemenangan yang berbau kontroversial tersebut, Ward merebut gelar berat ringan WBA, WBO dan IBF dari genggaman Kovalev.

Dalam laga keras di T-Mobile Arena, Ward mampu bertahan setelah dipukul jatuh di ronde kedua untuk mengalahkan lawannya dari Rusia itu, dengan ketiga hakim memberikan skor 114-113 untuknya. Tapi sejumlah pengamat menilai seharusnya Kovalev yang keluar sebagai pemenang, meski juga dengan skor tipis.

Yang jelas, kemenangan itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Ward menjadi 31-0 (15 KO). Sementara bagi Kovalev, kekalahan tersebut menjadi kali pertama dalam 31 pertarungannya dan petinju Rusia tersebut kini mengantongi rekor 30-1 (26 KO).

Memanfaatkan keunggulan kekuatan pukulannya, Kovalev mengguncang sang penantang dengan dua jab solid yang membuat Ward terhuyung di penghujung ronde pertama. Memasuki ronde kedua, Kovalev kembali mendaratkan jab-jab tajam tanpa bisa Ward hadang.

Dengan sisa 40 detik di ronde tersebut, Kovalev menjatuhkan Ward ke kanvas. Memancing dengan jab kiri yang ringan, dia mendaratkan pukulan kanan dari jarak dekat pada dagu lawannya. Ward pun tertatih-tatih kembali bangkit dan mampu bertahan sampai akhir ronde.

Di ronde ketiga, Kovalev masih lebih unggul, namun Ward masih bertahan tanpa menyulitkan sang juara bertahan. Memasuki ronde empat, Kovalev jadi frustrasi setelah Ward memilih bertarung dalam situasi clinch dan berupaya menggoyang keseimbangannya.

Tertinggal setelah empat ronde, ward menolak menyerah dan menikmati periode terbaiknya dalam pertarungan itu pada ronde kelima dan enam, mendulang poin demi poin secara konsisten. Begitu pula ronde ketujuh, Ward mendaratkan tiga jab yang memuat penonton bersorak, namun Kovalev masih bisa balas memukul.

Ketika pertarungan memasuki ronde-ronde akhir, Ward tampak begitu nyaman dengan gaya bertarungnya, menjaga jarak sambil sesekali mendaratan pukulan keras pada tubuh Kovalev. Pada akhirnya, ketiga hakim memberi kemenangan tipis untuknya.

“Pertarungan yang ketat,” kata Ward, 32 tahun, yang naik satu kelas untul duel ini. “Anda tak pernah tahu bagaimana para hakim akan menilai pertarungannya. Dalam duel yang ketat, dia (Kovalev) akan merasa telah dirampok, saya akan kecewa. Tapi kami mendapatkan gelar-gelarnya malam ini.”

Yang jelas, petinju yang merebut emas di Olimpiade 2004 itu merasa puas dengan upayanya untuk bangkit setelah dipukul jatuh di ronde kedua. “Saya tahu duel ini akan sulit, tapi Anda tidak pernah mengantisipasi akan dipukul jatuh. Itu pertama kalinya saya dipukul jatuh. Saya senang dengan respons saya setelah itu.”

Kovalev sendiri tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan keputusan kontroversial tersebut. “Ini keputusan yang salah,” tandas petinju 33 tahun itu. “Namun, saya tidak ingin memberikan pendapat saya. Semua di sini, semua melihat sendiri apa yang terjadi.”

Kata Kovalev, Ward mungkin memenangi beberapa ronde, tapi tak keseluruhan pertarungan. “Saya mungkin hanya kalah tiga ronde,” ujar petinju yang menetap di Florida, Amerika Serikat tersebut.

“Saya tamu di AS dan dia asli lokal, dan ketiga hakim berasal dari AS. Saya setuju mereka mendukung petinju mereka, tapi sejujurnya, ini olahraga. Jangan jadikan olahraga seperti halnya politik,” kata Kovalev, setengah menyindir.

Ditanya apakah dia akan menghadapi Ward lagi, Kovalev menjawab, “Tentu – saya akan tendang bokongnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *