Kini Siatem Penjurian Terbaru, Tinju Olimpiade Jadi Lebih Menarik

Kini Siatem Penjurian Terbaru, Tinju Olimpiade Jadi Lebih Menarik

Berita Tinju: Sistem skoring tinju yang banyak dikritik masyarakat karena ketidakadilannya, akhirnya akan diubah menjadi sistem penilaian tradisional 10 poin. Dalam upayanya untuk menemukan sistem penilaian yang sempurna, AIBA sangat berharap pada penilaian ini.

Setelah medali emas Roy Jones Jr direnggut dengan sistem penjurian yang mengerikan di Olimpiade Seoul 1988, tinju amatir memulai 25 tahun pencarian untuk menentukan pemenang dengan cara yang lebih baik.

Penyelenggara olahraga tersebut yakin mereka akhirnya bisa menemukannya dengan kembali ke cara dasar: sistem penilaian tradisional 10 poin yang diberikan oleh juri terlatih dengan ketat.

Rio de Janeiro menjadi tuan rumah turnamen Olimpiade pertama sejak olahraga tersebut meninggalkan sistem punch–counting yang dikritik tiga tahun lalu dan mulai ke penilaian standar yang digunakan oleh para profesional.

Sementara para fans yang hanya menonton tinju amatir di Olimpiade akan melihat tidak adanya pelindung kepala pada petinju untuk pertama kalinya sejak tahun 1980, International Boxing Association (AIBA) berharap mereka juga akan melihat perubahan positif dalam cara bertarung dan hasil yang koheren di bawah aturan yang baru.

“Apa yang akan Anda mulai lihat adalah tinju lagi,” kata Tom Virgets, seorang anggota komite eksekutif AIBA. “Ini akan menjadi olahraga yang jauh lebih menarik, seperti dulu.”

Namun Virgets mengatakan perubahan scoring yang terus-menerus telah mengurangi jumlah kritikan masyarakat mengenai hasil olahraga tersebut. Dampak terhadap style petinjunya sendiri juga tak bisa dipungkiri, dengan kurangnya holding dan cleaner punching dalam dua hari pertama di Rio.

Perubahan scoring telah menuai pujian bagi AIBA, yang tak didapatkannya akhir-akhir ini. Seiring dengan siklus tuduhan korupsi Olimpiade lainnya, badan yang mengurusi olahraga tersebut telah dikritik dalam beberapa tahun terakhir karena menghapuskan penggunaan pelindung kepala dan keputusannya untuk mengundang para profesional ke Rio dalam upaya untuk merevolusi gaya bertinju dalam Olimpiade agar menjadi olahraga yang lebih ramah untuk disiarkan di televisi.

Sistem punch-counting, yang mengalami berbagai kebimbangan dan perubahan selama seperempat abad, telah banyak dibenci. Konsep ini dibuat setelah beberapa korupsi terang-terangan dan ketidakmampuan yang menyebabkan medali emas diberikan pada Korea Selatan Park Si-Hun setelah ia dipukul habis-habisan oleh Jones.

Namun sistem penilaian berbasis komputer didasarkan oleh Sisyphean task, dengan menekan tombol untuk mengidentifikasi tiap pukulan yang dinilai di tiap pertarungannya.

Virgets juga mengatakan jika para juri amatir sering dilatih dengan kurang konsisten dan dievaluasi dengan kejam oleh AIBA, membuat mereka khawatir tentang keamanan pekerjaan mereka bahkan lebih dari performa hasil kerja mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *