Joshua Yakin 95%, Duel Lawan Wilder Digelar Pada 2018

Joshua Yakin 95%, Duel Lawan Wilder Digelar Pada 2018

Berita Tinju: Bintang tinju dunia asal Inggris, Anthony Joshua yakin 95 persen bahwa laga unifikasi melawan Deontay Wilder akan terlaksana sebelum tahun ini usai. Dia juga menegaskan sangat tertarik menjalani pertarungan melawan petinju Amerika Serikat itu.

Keduanya saat ini merupakan petinju kelas berat terkuat. Joshua kini menyandang sabuk juara kelas berat WBA, WBO, IBF, dan IBO sementara Wilder adalah juara WBC.

Pembicaraan soal laga penyatuan gelar sudah dimulai termasuk masalah besarnya upah pertarungan tetapi kedua kubu belum mencapai kata sepakat.

Dua pekan lalu, Wilder mengunggah video yang menawarkan kepada rivalnya uang jaminan 50 juta dolar AS agar mau melakukan pertarungan ini. Namun promotor Joshua, Edhie Hearn, menganggap tawaran dari kubu Wilder itu dibuat cuma demi kepentingan promosi. Hearn menegaskan mereka akan menerima tawaran itu jika memang kubu Wilder serius.

Berbicara setelah kemenangan Tony Bellew atas David Haye di O2 Arena, London, Sabtu (5/5) lalu, Joshua menyatakan dirinya optimistis soal proses negosiasi pertarungannya meski ada perbedaan pendapat tentang tempat pertarungan.

Joshua yakin pertarungan lawan Wilder bisa digelar tahun ini. Namun dia tak bisa menyebutkan kapan tepatnya.

“Pertarungan ini pasti akan terjadi, 95 persen tahun ini,” kata petinju yang kini memegang rekor 21 kali menang dan 20di antaranya dengan KO ini kepada Sky Sports Box Office.

“Saya sangat, sangat tertarik,” paparnya.

“Anda tak bisa lagi bicara soal uang karena saya tahu betul ada uang yang didapatkan dari pertarungan ini. Jadi, mari kesampingkan itu dan mari bahas soal detailnya,” ungkap petinju berusia 28 tahun ini.

“Anda tak bisa hanya menawari saya klausul menebus pertandingan. Saya di sini bukan untuk menjual sabuk-sabuk saya dan membiarkan Anda mengendalikan event ini. Saya tak mau seperti itu,” katanya.

“Mari menjadikan pertarungan benar-benar maksimal. Saya ingin pertarungan digelar di Inggris dan mereka di AS,” ungkap peraih emas tinju kelas berat Olimpiade 2012 ini.

“Kami punya banya waktu untuk menyelesaikannya karena ini (kemungkinan besar akan digelar akhir tahun). Kami bekerja tanpa kenal lelah untuk mewujudkannya,” imbuh Joshua.

Jika rencana laga ini tak juga mencapai kesepakatan, Joshua kemungkinan besar akan menjalani partai wajib mempertahankan gelar melawan Alexander Povetkin dari Rusia.