Jermell Charlo Siap Bertarung Melawan Erickson Lubin

Jermell Charlo Siap Bertarung Melawan Erickson Lubin

Berita Tinju: Juara dunia kelas menengah junior WBC, Jermell Charlo (29-0, 14 KO) akan mempertahankan gelar juara untuk yang kedua kalinya dalam pertarungan wajib melawan Erickson Lubin (18-0, 13 KO), tanggal 14 Oktober di Barclyas Center Brooklyn, New York. Charlo mengaku belum pernah mendengar nama semua petinju yang pernah duel lawan Lubin selama 4 tahun karir profesionalnya.

Charlo akan menghadapi pertarungan tersulit dalam karirnya saat menghadapi Lubin yang belum pernah kalah. Ini adalah ujian untuk melihat apakah Charlo termasuk petinju papan atas atau bukan.

Charlo menang meyakinkan dalam 3 pertarungan terakhirnya melawan Charles Hatley, John Jackson dan Joachim Alcine yang ketiganya berakhir KO. Namun Charlo juga pernah menang kurang meyakinkan saat melawan Vanes Martirosyan, Mario Alberto Lozano, Charles Bellamy dan Gabriel Rosado. Kemenangan melawan Martirosyan termasuk kemenangan yang kontroversial.

Pada tanggal 14 Oktober nanti, tidak hanya pertandingan Charlo versus Lubin saja. Juara dunia kelas menengah junior IBF, Jarret Hurd akan mempertahankan gelar melawan mantan juara, Austin Trout. Erislandy Lara juga akan bertanding melawan penantangnya Terrel Gausha dalam gelaran tersebut. Dan Tony Harrison akan melawan Paul Valenzuela Jr.

Jermell Charlo baru-baru ini berlatih bersama juara kelas welter IBF, Errol Spence Jr di Dallas. Charlo melakukan banyak mendapatkan banyak menu latihan dengan Spence yang baru saja mengalahkan Kell Brook untuk memenagkan gelar IBF.

“Kurasa ini adalah salah satu keputusan terbaik dalam karirku untuk datang ke Dallas dan berlatih dengan Errol,” kata Charlo pada Premier Boxing Champions.

“Charles Hatley adalah petinju terakhir yang kuhadapi. Saya tidak akan mengatakan bahwa ia petinju yang lebih buruk dari lawan-lawan yang pernah kuhadapi. Bicara soal lawan, aku bahkan tidak tahu seorangpun lawan yang pernah Lubin hadapi. Saya rasa seluruh lawan yang pernah Lubin hadapi bahkan tidak berada pada level yang sama dengan Charles Hatley.”