Jack Rebut Gelar Dari Cleverly, Davis Menang Kontroversial Atas Fonseca

Jack Rebut Gelar Dari Cleverly, Davis Menang Kontroversial Atas Fonseca

Berita Tinju: Badou Jack sukses merebut gelar berat ringan WBA dari Nathan Cleverley, sementara Gervonta Davis menang secara kontroversial atas Fransisco Fonseca di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (26/8) malam atau Minggu (27/8) pagi WIB.

Jack, mantan juara dunia kelas menengah super yang naik kelas untuk duel ini, terlalu tangguh bagi Nathan Cleverley dan menggondol juara dunia berat ringan keduanya dengan TKO di ronde kelima. Bertarung dalam partai tambahan Floyd Mayweather-Conor McGregor, Badou tampil sangat impresif.

Menghadapi petinju veteran berpengalaman dengan dua sabuk juara seperti Cleverly, Badou justru terlalu dominan dan memenangi duel tak seimbang itu. “Saya hampir tak pernah terpukul,” kata Badou. “IQ tinju saya berbeda untuk pertarungan ini. Semua yang meragukan saya membuat saya termotivasi.”

Jack (21-1-3, 13 KO) mengawali pertarungan dengan baik dan mendesak Cleverley (30-4, 16 KO) sejak awal, mendaratkan pukulan-pukulan bersih di ronde pertama dan tidak pernah mengendur. Di ronde keempat, Jack membombardir lawannya dengan pukulan kiri dan kanan yang bersih dan solid.

Cleverley sama sekali tak bisa membalas dan wajah penuh dengan darah begitu ronde empat berakhir. Di ronde kelima, Jack memerangkap Cleverly di dekat tali dan melontarkan hujanan pukulan dengan kedua tangan. Cleverly hanya mampu melindungi dirinya dan melepaskan pukulan-pukulan putus asa.

Jack, 33 tahun, petinju asal Swedia yang berbasis di Las Vegas, berlatih bersama Mayweather, terus membuat babak-belur Cleverly di ronde kelima, mendaratkan pukulan kanan keras dan sebuah uppercut, sebelum wasit Tony Weeks langsung mengintervesi dan menghentikan pertarungan di 2 menit dan 47 detik.

“Anda tak bisa menyerahkan hasil pertarungan kepada para hakm. Anda harus menentukannya sendiri,” kata Jack. “Saya rasa (juara dunia) Adonis Stevenson (berikutnya). Ayo wujudkan. Kecuali kamu (Stevenson) ingin melakukan trilogi dengan Andrzej Fonfara, ayo bertarung dengan lawan sungguhan.”

Jack bertarung untuk pertama kalinya sejak partai penyatuan gelar menengah super pada Januari silam dengan James DeGale. Tak lama setelah duel itu, Jack melepaskan sabuknya di kelas 168 pound dan mengumumkan dia akan naik ke kelas 175 pound.

Cleverly melakoni duel mempertahankan gelar pertamanya yang dia rebut pada Oktober tahun lalu ketika dia menghentikan Juergen Braehmer di ronde keenam di Jerman.

Ternyata, periodenya sebagai juara hanya berlangsung singkat, benar-benar kalah dominan dari Jack. Menurut CompuBox, Jack mendaratkan 39% pukulannya (172 dari 442 pukulan), sementara Cleverly hanya 20% (82 dari 409 pukulan).

Cleverly sendiri mengakui Jack sangat kuat yang mematahkan hidungnya di ronde ketiga. Sejak itu, Cleverly hanya bisa melindungi dirinya yang terluka. Toh dia juga merasa wasit terlalu cepat menghentikan pertarungan. “Saya harus menghormati keputusan wasit itu,” ujarnya.

Davis Kehilangan Gelar Sebelum Bertarung

Partai tambahan berikutnya di T-Mobile Arena seharusnya menjadi pertarungan mempertahankan gelar 130 pound bagi petinju fenomenal Gervonta Davis. Tapi petinju berusia 22 tahun itu kelebihan berat saat acara timbang badan, sehingga sabuk IBF miliknya dicopot.

Gelar itu kemudian dinyatakan lowong dan bisa menjadi milik Fonseca jika petinju Kosta Rika yang sama sekali tak diunggulkan itu mampu mengalahkan Davis. Tapi Davis ternyata masih terlalu kuat. Dia mengambil inisiatif lebih dulu, mendaratkan pukulan-pukulan brutal ke badan Fonseca.

Toh Fonseca tak gentar dan sukses membalas dengan pukulan-pukulan kombo. Dia mampu memblok sejumlah pukulan dan menunjukan punya dagu yang kuat ketika kena pukul.

Di ronde ketiga, Davis melepaskan hujan pukulan kiri keras kepada Fonseca dan membuat lawannya terguncang dengan pukulan counter kanan. Davis mengejek Fonseca dengan menaruhkan kedua tangannya ke belakang punggung dan tiba-tiba melepaskan pukulan kiri.

Namun, Fonseca membalas di ronde keempat dan sukses mendaratkan pukulan-pukulan berkualitas, meski Davis masih saja mengejek. Fonseca mengakhiri ronde keempat dengan lebih solid. Di ronde berikutnya, Fonseca fokus memukul bagian badan davis, yang membalas dengan pukulan kombinasi yang cepat dan eksplosif.

Di ronde ketujuh, Fonseca membuat Davis kehilangan keseimbangan dengan pukulan kanan kerasnya. Tapi di ronde kedelapan, Davis menjatuhkan Fonseca dengan pukulan kiri, lalu mendorongnya ke kanvas kala Fonseca memeluknya. Fonseca pun tak bisa bangkit dari hitungan wasit dan kalah.

Dari rekaman ulang, jelas terlihat Davis memukul bagian belakang kepala yang terbilang ilegal. Artinya wasit Russell Mora tidak jeli melihat pelanggaran Davis tersebut. Padahl seharusnya davis bisa didskualifikasi. Tak heran kemenangan kontroversialnya ini, Davis dicemooh oleh para penonton T-Mobile Arena.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *