Inilah Lima Calon Lawan Anthony Joshua

Inilah Lima Calon Lawan Anthony Joshua

Berita Tinju: Anthony Joshua sukses merebut sabuk keempat juara kelas berat dunia setelah menundukkan Joseph Parker, Sabtu (31/3), di Stadion Principality, Cardiff, Wales. Dengan kemenangan ini, petinju Inggris tersebut kini berhak menyandang sabuk IBF, IBO, WBA, serta WBO yang sebelumnya dimiliki Parker.

Setelah sukses memenangkan pertarungan profesional ke-21 ini, pertanyaan yang muncul untuk Joshua adalah, siapakah yang akan menjadi lawan berikutnya?

Lawan yang paling ideal tentu saja, Deontay Wilder. Laga melawan petinju Amerika Serikat itu bisa menjadi jalan bagi Joshua untuk meraih gelar juara dunia tinju kelas berat sejati. Pasalnya, Wilder adalah pemegang satu-satunya sabuk yang belum diraih Joshua yakni sabuk WBC.

Namun sepertinya Joshua belum akan langsung bertemu petinju yang sekujur tubuhnya penuh tato itu. Dia mungkin akan menjajal petinju yang lain sebelum bertemu Wilder.

Inilah rival paling lama bagi Joshua. Namun dia menjadi ancaman serius setelah pekan lalu dengan brutal menundukkan Lucas Browne. Dia juga hadir di sisi ring saat Joshua menundukkan Parker.

Joshua memukul KO Whyte pada Desember 2015. Ini sekaligus balas dendam Joshua yang pernah menyerah kepada Whyte saat masih berstatus amatir sekaligus pertemuan pertama keduanya.

Perseteruan sengit itu sudah lama berlalu namun rencana pertemuan dua petinju Inggris itu kembali mengemuka.

Kedua petinju memiliki prospek yang berbeda sekarang. Joshua tentunya jauh lebih baik sekarang namun Whyte kini juga memiliki fisik yang lebih mantap, berlatih intensif dan performanya juga lebih matang. Opsi melawan Whyte pun kini menjadi kemungkinan paling mungkin bagi Joshua.

Negosiasi bisa dilakukan dalam lima menit. Jadi Whyte bisa menjadi opsi serius lawan Joshua berikutnya. Whyte sebenarnya sangat ingin bertemu Wilder, namun peluang melawan Joshua lebih besar.

Petinju sangar asal Rusia ini adalah penantang wajib untuk sabuk WBA Joshua (yang ia menangkan melawan Wladimir Klitschko). Joshua belum pernah memainkan pertarungan wajib mempertahanan gelar WBA sehingga kewajiban membayangi.

Povetkin sendiri tampil dalam partai tambahan laga Joshua vs Parker, Sabtu lalu. Dia sempat goyah terkena pukulan lawan namun kemudian bagkit dan menghabisi David Price pada ronde kelima.

Promotor Rusia, kepada Sky Sports, pekan lalu mengungkapkan impian mereka menggelar laga akbar di Moscow. Vadim Kornilov, dari World of Boxing berkata, “Laga nanti akan menyedot penonton yang memenuhi (81.000 tempat duduk) di Stadion Luzhniki.”

Promotor Joshua, Eddie Hearn, juga mengungkapkan kemungkinan laga ini. “Joshua harus menghadapi Povetkin tahun 2018.” Namun jika itu terwujud, tampaknya laga akan tetap digelar di Inggris.

Povetkin, 38 tahun, mengalami sekali kekalahan dalam 35 pertarungan. Itu terjadi lima tahun lalu saat dia menantang Klitschko.

Ungkapan Joshua setelah laga melawan Parker bahwa dia tak memiliki rencana bertarung di Amerika Serikat membuat harapan Miller bertemu peraih emas Olimpiade 2012 itu sedikit pupus.

Joshua sudah lama berkeinginan menyeberangi Samudera Atlantik, dan Eddie Hearn dengan perusahaan promotor Matchroom sudah mulai menancapkan eksistensi mereka di AS. Peluang itu terbuka sampai Joshua berkomentar seusai laga Sabtu lalu.

“Selama bertahun-tahun petinju Inggris harus pergi ke Amerika. Semua orang harus punya segepok uang untuk bisa pergi ke Las Vegas. Kita bisa menggelarnya di London, Wembley, Cardiff, tetap di Inggris. Kami tetap bertahan di sini,” papar Joshua.

Miller, petinju asal New York yang banyak bicara, sepertinya akan menjadi lawan yang ideal jika Joshua menjalani pertarungan perdananya di AS. Miller adalah penantang nomor tiga di IBF dan WBA.

Ada persoalan yang belum selesai antara Kubrat Pulev dan Anthany Joshua. Pulev mundur dari rencana pertarungan melawan Joshua 12 hari menjelang hari yang direncanakan karena cedera. Posisi Pulev sebagai lawan Joshua akhirnya digantikan oleh Carlos Takam. Namun demikian Pulev ttaplah menjadi lawan yang layak bagi petinju berusia 18 tahun itu mengingat pengalaman dan kemampuannya.

Petinju asal Bulgaria berusia 36 tahun ini memiliki rekor yang mengesankan di amatir. Sebagai petinju profesional berusia 36 tahun ini hanya alah sekali dalam 26 pertarungan (saat melawan Klitschko pada 2014). Pulev berhasil mengalahkan beberapa petinju Inggris yakni Matt Skelton, Michael Sprott, dan Dereck Chisora.

Berita buruk bagi Pulev, posisinya sebagai penantang uatama Joshua di IBF sudah diambil alih Takam. Pulev kini ada di urutan keempat daftar penantang Joshua di badan tinju dunia itu. Namun jika Joshua menginginkan, Pulev bisa langsung jadi lawannya.

Petinju ini target utama Joshua karena dialah satu-satunya pemegang sabuk yang belum direbut Joshua. Petinju asal Amerika Serikat memegang gelar juara WBC. Jika mampu menundukkan petinju AS ini, maka Joshua akan menyabet semua sabuk juara yang ada sekaligus menabalkan dirinya sebagai juara dunia kelas berat sejati.

Setelah menundukkan Parker, Joshua langsung memanggil nama Wilder dan berteriak, “Saya akan merobohkannya.” Tantangan itu langsung mendapat respons Wilder. “Saya menerimanya 100 persen,” paparnya.

Wilder memainkan dua pertarungan terakhirnya di Barclays Center, New York, AS. Namun dia juga pernah menyeberang ke Inggris dan berhasil menundukkan Audley Harrison. Jika laga Joshua dan Wilder jadi digelar maka kemungkinan lokasinya adalah di Stadion Wembley, London atau Las Vegas, AS. Namun sebelum partai penyatuan gelar ini terwujud masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan bahkan sangat mungkin terjadi negosiasi yang sangat alot dan berlarut-larut.