Ini Alasan Povetkin Jadi Ancaman Serius Bagi Joshua

Ini Alasan Povetkin Jadi Ancaman Serius Bagi Joshua

Anthony Joshua akan bertarung melawan Alexander Povetkin di Stadion Wembley pada September mendatang. Promotor Joshua, Eddie Hearn, mengumumkan secara resmi laga ini pada Senin (16/7). Povetkin dinilai bisa menjadi ancaman besar bagi Joshua.

Joshua dan Hearn mengumumkan bahwa mereka akan menggelar dua pertandingan di Stadion Wembley pada 22 September tahun ini dan 13 April 2019.

Dan Povetkin, seperti yang sudah diperkirakan, Povetkin menjadi lawan pertama petinju Inggris itu di Wembley nanti. Povetkin (34-1) menyatakan, “Gelar juara dunia selalu menjadi target saya. Saya selalu berjuang untuk menghadapi petinju terkuat di dunia dan pada 22 September saya mendapat kesemptan itu.”

“Anthony Joshua memiliki empat sabuk dan saya ingin semuanya. Saya senang pertarungan kami akhirnya terlaksana. Pertemuan dua juara Olimpiade di ring pastinya akan mendebarkan,” papar Povetkin.

WBA memerintahkan Eddie Hearn, promotor Joshua serta promotor Povetkin Andrey Ryabinskiy, untuk menyelesaikan kesepakatan pertarungan ini pada Juni lalu. Ini karena negosiasi rencana pertarungan Joshua dengan juara kelas berat WBC Deontay Wilder (40-0, 39 KO) tidak juga menemui kata sepakat. Mantan juara dunia yang kini menjadi komentator tinju di Sky Sports Johnny Nelson memandang Povetkin sebagai penantang yang serius untuk Joshua.

“Ini ancaman yang sangat serius untuk Anthony Joshua. Semua orang selalu membicarakan soal pertarungan besar antara AJ dan Deontay Wilder, namun mereka melupakan tentang Alexander Povetkin? Saya pikir seperti itulah yang terjadi,” kata Nelson yang aktif sebagai petinju antara 1986-2005 itu.

“Saya kira mereka melupakan kehebatannya. Mereka lupa apa yang bisa diperbuatnya di ring. Dalam olahraga ini, Saya sudah seringkali melihat para petinju yang sudah memandang laga berikutnya dan saya berharap Joshua tidak melakukan hal yang sama,” papar Nelson kepada Sky Sports.

“Povetkin bisa bertarung. Ini akan menjadi laga yang berat dan menjadi ujian berat (untuk Joshua). Anda bisa mengatakan bahwa Wladimir Klitschko sudah melewati masa jayanya, atau Carlos Takam lawan yang lemah atau Joseph Parker memiliki dagu yang rawan, namun satu-satunya hal yang kita ketahui tentang kemampuan Povetkin adalah bertarung,” katanya.

“Dia tak cuma memiliki power. Dia juga cepat. Dia juga akan menggunakan posturnya yang lebih kecil untuk menyerang dari bawah dan membuat tekanan,” imbuh petinju yang paling lama memegang gelar juara kelas penjelajah ini.

“Dia tak akan melontarkan banyak pukulan namun penampilannya konsisten dan dia adalah juara dunia antara 2011-2013. Keunggulan lain yang dimiliki Povetkin adalah pengalaman. Tampil bagus melawan petinju sepertinya adalah satu hal namun satu hal yang pasti, Povetkin memiliki kemampuan mengalahkan ‘AJ’,” ujar sosok yang kini berusia 51 tahun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *