Hentikan Rigondeaux Di Ronde 6, Ini Kata Lomachenko

Hentikan Rigondeaux Di Ronde 6, Ini Kata Lomachenko

Berita Tinju: Petinju Ukraina, Vasyl Lomachenko berhasil mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu WBO setelah menghentikan Guillermo Rigondeaux hanya dalam enam ronde. Pertandingan ini digelar Sabtu (9/12) atau Minggu pagi WIB di di Madison Square Garden, New York.

Lomachenko (10-1) tampil mendominasi selama enam rode sebelum kemudian Rigondeaux meminta berhenti. Dia mengatakan tangan kanannya mengalami cedera sebelum dimulainya ronde ketujuh.

Laga ini banyak mendapat banyak perhatian dari pencinta tinju. Pasalnya, ini untuk pertama kali dalam sejarah dua petinju yang masing-masing pernah menyabet dua medali emas Olimpiade saling berhadapan.

Lomachenko adalah peraih medali emas kelas bulu di Olimpiade 2008 dan kelas ringan pada Olimpiade 2012. Sementara Rigondeaux yang berasal dari Kuba sukses menyabet emas kelas bantam Olimpiade 2000 dan 2004.

Pertarungan ini berjalan kurang sengit karena Rigondeaux tampil sangat defensif, meski tidak banyak menerima pukulan bersih dari Lomachenko dia mengatakan kepada wasit Steve Willis bahwa dia cedera di tangan kirinya dan tidak bisa melanjutkan pertarungan ke ronde berikutnya.

Dengan kemenangan TKO ini Lomachenko berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu super WBO dan memberikan kekalahan perdana bagi Rigondeaux dalam karir tinju profesionalnya.

Pertarungan yang banyak dinantikan oleh penggemar tinju dunia ini berlangsung di luar ekspektasi. Bukannya penuh aksi saling jotos antara kedua petinju pertarungan ini justru banyak diwarnai oleh rangkulan dan pelanggaran.

Lomachenko menyatakan dia berhasil menaklukkan lawannya dengan mudah. “Saya mempersiapkan diri dengan baik untuk pertarungan ini. Saya tahu gayanya dan mempersiapkan diri untuk mengantisipasinya. Seperti yang Anda lihat, ini mudah,” kata Lomachenko kepada BoxingScene.com.

Dalam wawancara terakhirnya, Lomachenko menyatakan dirinya selalu mendapat pelajaran baru dari setiap pertarungan yang dijalaninya.Saat ditanya pelajaran apa yang diambilnya dari laga melawan Rigondeaux, dia menjawab, “Tidak. Saya mendapat pelajaran apapun,” papar petiju berusia 29 tahun itu.

Lomachenko pun setuju jika Rigondeaux mendapat label sebagai petinju yang mudah menyerah. “Ini soal opini. Saya tak tahu. Orang lain yang harus memutuskannya. Saya tak bisa memutuskannya sendiri,” katanya.

Lomachenko pun sempat menyinggung soal pernyataan Rigondeaux yang sempat menganggap remeh dirinya.”Dia berkata saya tak punya power. Saya tak memiliki pukulan keras. Namun bagaimana saya bisa tak punya power jika dia bilang, ‘no mas’ (bahasa Spanyol berarti cukup sudah),” kata Lomachenko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *