Hadapi Pacquiao, Vargas Nikmati Statusnya Sebagai Underdog,

Hadapi Pacquiao, Vargas Nikmati Statusnya Sebagai Underdog,

Berita Tinju: Juara bertahan kelas welter Jessi Vargas nampaknya sangat percaya diri jelang pertarungannya menghadapi Manny Pacquiao. Dalam konferensi pers di resor The Wynn pada Rabu (2/11), dia mengumbar tawa, bercanda dan menyapa jurnalis saat memasuki ballroom.

Maret lalu, Vargas menjadi underdog saat dia meng-KO Sadam Ali, mantan juara Olimpiade asal AS yang saat itu tak terkalahkan, di ronde sembilan untuk merebut sabuk gelar WBO yang kosong. Kini, kepercayaan dirinya seperti meroket 10 kali lipat dalam upaya pertamanya mempertahankan gelar.

“Bagi saya, ini hanyalah pertarungan selanjutnya, lawan selanjutnya,” kata Vargas yang akan bertarung di kota kampung halamannya.

Namun, kenyataannya, ini bukanlah pertarungan dan lawan yang biasa. Justru, Vargas akan melakukan duel terbesar dalam kariernya, di panggung dunia pula, menghadapi legenda tinju Pacquiao, ikon Filipina dan senator aktif pertama yang akan memperebutkan gelar juara dunia.

Meski tidak pernah berada dalam pertarungan berskala maha besar seperti ini, Vargas mengaku mampu menjaga ketenangannya di bawah sorotan dan atensi yang begitu besar. Itu berkat pengalaman terdahulunya yang kerap bertarung dalam partai-partai tambahan di even-even besar.

Dia tercatat pernah tampil dalam partai tambahan untuk duel Floyd Mayweather, Pacquiao, atau partai-partai pay-per-view lainnya. “Duel-duel tersebut merupakan even-even besar dan pertarungan-pertarungan saya mendapat banyak sorotan. Saya rasa pengalaman itu menyiapkan saya untuk situasi ini.”

Selain itu, Vargas juga tak asing dengan posisinya saat ini. “Saya pernah sedikit merasakan situasi ini sebelumnya. Saya tahu apa yang dipertaruhkan dan saya siap menjalaninya,” tandas petinju 27 tahun itu. ”Inilah waktu saya. Waktunya semua orang bicara tentang saya saat duel Sabtu nanti.”

Yang jelas, satu hal yang berarti bagi Vargas adalah selisih usia 10 tahunnya dengan Pacquiao, bukan reputasi lawannya sebagai mantan juara di delapan divisi. Dia tahu benar, dalam olahraga tinju, usia muda menjadi keuntungan terbesar. “Saya akan bertarung pada level tertinggi,” ujarnya.

Pacquaio menampilkan penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir saat mendominasi rivalnya, Timothy Bradley, dalam pertarungan ketiga mereka pada April silam, disusul dengan masa pensiun yang kemudian hanya bertahan lima bulan.

Vargas mengaku gembira dengan penampilan apik Pacquiao melawan Bradley, sehingga dia bisa mendapatkan kredit saat mengalahkannya. “Mereka akan melihat saya menundukkan Manny Pacquiao yang masih bertarung pada level tertinggi. Manny Pacquiao itulah yang saya ingin kalahkan,” ujar Vargas.

Kekalahan kontroversialnya dari Bradley pada Juni 2015 turut mengasah mental Vargas di atas ring. Setelah partai itu, dia mengalahkan Ali untuk merebut sabuk juara dan sudah bersepakat untuk menghadapi Kell Brook untuk duel penyatuan gelar di Inggris.

Namun, kesepakatan itu akhirnya batal setelah kubu Brook ingin menurunkan bayaran akibat dampak Brexit pada mata uang Inggris. Meski demikian, Vargas malah mendapatkan pertarungan yang lebih besar versus Pacquaio. “Saya menunggu momen ini sejak usia 8 tahun. Saya siap merengkuh kesempatan ini,” katanya.

Vargas hanya diunggulkan 8-1 dalam pasar taruhan Thw Wynn dan kemenangan akan meroketkannya ke level lebih tinggi. “Dia tidak hanya akan jadi juara, tapi menjadi seorang superstar,” kata promotor Top Rank, Bob Arum.

Sadar amat tak diunggulkan, Vargas juga menyadari bahwa kemenangan akan mengubah kehidupannya. “Para petinju yang mengalahkan Pacquiao akhirnya menjadi legenda,” katanya. “Jadi saya berencana untuk menjadi salah petinju yang mengalahkan Pacquaio dan menjadi salah satu legenda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *