Gervonta Davis Rebut Sabuk Ringan Yunior Dari Jose Pedraza

Gervonta Davis Rebut Sabuk Ringan Yunior Dari Jose Pedraza

Berita Tinju: Gervonta “Tank” Davis, petinju 22 tahun dengan intensitas dan serangan gencar ala Mike Tyson muda, terlalu perkasa bagi Jose Pedraza. Juara bertahan ringan yunior IBF itu harus merelakan sabuknya setelah kalah KO di ronde ketujuh, Sabtu (14/1).

Bertarung sebagai partai tambahan Badou Jack-James DeGale di Barclays Center, New York, Davis mempertontonkan kualitasnya sebagai calon bintang masa depan. “Senangnya dapat memenangi gelar pertama saya,” kata Davis, yang dipromotori oleh Floyd Mayweather.

Secara khusus, Davis berterima kasih karena didukung oleh Mayweather yang tidak pelit memberinya nasihat. “Floyd mengatakan saya harus tetap tenang, dan saya mempelajari video-video Floyd Mayweather ketika dia masih ‘Pretty Boy’,” kata Davis yang tumbuh besar di lingkungan miskin di Baltimore.

Mayweather sendiri bangga dengan penampilan anak asuhnya ini. “Saya sama sekali tidak berbicara dengannya sepanjang kamp latihan karena saya ingin dia fokus dan melakukan yang terbaik saat bertarung malam ini, dan itulah yang dilakukannya,”

Davis unggul 59-55 dalam semua perhitungan skor hakim saat pertarungan dihentikan pada 2 menit 36 detik di ronde ketujuh. Menurut statistik pukulan CompuBox, Davis mendaratkan 160 dari 403 pukulan (40%), dan Pedraza 117 dari 414 pukulan (28%).

Davis (17-0, 16 KO) memulai ronde pertama dengan menghujani Pedraza dengan uppercut dan pukulan kanan. Beberapa kali mengguncangnya dan ketika ronde itu berakhir, dia sukses mendaratan 17 dari 33 pukulannya, sementara Pedraza (22-1, 12 KO), hanya empat pukulan.

Di ronde kedua, Davis terus sukses mendaratkan pukulan uppercut, sementara Pedraza yang bertubuh lebih jangkung, kehilangan akal meladeni serangan lawan. Bahkan di ronde ketiga, mungkin akibat frustrasi, dia memukul belakang kepala Davis.

Tak urung Ricky Gonzalez memberinya peringatan keras. Davis terus memegang kendali di pertengahan ronde tiga saat hook kirinya membuat pelindung gigi Pedraza keluar dari mulutnya. Namun sang jawara tidak ambil pusing dan menelan semua pukulan yang diterimanya.

Bahkan Pedraza mulai mendaratkan sejumlah pukulan di ronde empat dan lima. Puncaknya, jelang ronde kelima berakhir, dia sukses mendesak Davis ke tali ring dan memberondongi lawannya yang lebih muda. Namun Davis keluar dari kungkungan dan balik memukulkan sejumlah pukulan.

Mereka berjual-beli pukulan di ronde enam, namun Davis – yang dibayar $75 ribu – yang lebih banyak membuat kerusakan, terutama pukulan kanan yang lebih banyak mendarat. Di ronde tujuh, Davis meneruskan serangan terhadap Pedraza yang dibayar $225 ribu untuk duel mempertahankan gelar ketiganya.

Davis mendesak Pedraza ke tali ring dengan pukulan kirinya, sebelum menumbangkannya dengan pukulan kanan yang keras. Pedraza pun terhempas ke kanvas sampai nyaris keluar ring. Meski mampu berdiri dalam hitungan wasit, Gonzalez menyatakan Pedraza tak sanggup lagi bertarung.

Dengan kekalahan Pedraza ini, tidak ada lagi petinju Puerto Riko yang menggenggam sabuk juara dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *