Floyd Mayweather Pertimbangkan Laga Melawan Gennady Golovkin

Floyd Mayweather Pertimbangkan Laga Melawan Gennady Golovkin

Berita Tinju: Untuk kesekian kalinya, rumor pertarungan Floyd Mayweather Jr versus Gennady Golovkin kembali mengemuka. Kali ini media di Australia, Morning Ledger, yang mengutarakan kemungkinan duel antara dua petinju tak terkalahkan itu.

Ditulis oleh Josemaria Fernando Espanol pada 26 September lalu, artikel itu dibuka dengan menyoroti redupnya popularitas olahraga tinju akibat duel-duel yang tidak mengagumkan dan naiknya pamor tarung seni bela diri campuran, UFC.

Ditambah lagi banyak petinju terbaik dari generasi saat ini yang gantung sarung tinju. Akibatnya, tinju tidak lagi punya “superstar”. “Dengan akan habisnya era tinju, mungkinkah fans menyaksikan duel Mayweather vs GGG?” kata Josemaria, setengah bertanya.

Tapi sebelum duel itu terwujud, fans dan pengamat tinju juga bertanya-tanya apakah Mayweather benar-benar mau keluar dari pensiunnya. Akankah mantan raja “pound-for-pound” itu kembali mengklaim tahta kosong di dunia tinju? Pertanyaan yang sulit dijawab pasti.

Spekulasi “comeback” Mayweather cukup kuat setelah eks petinju berusia 40 tahun itu mempertimbangkan untuk menghadapi petarung UFC, Conor McGregor. Tapi, meski diusahakan berbulan-bulan, rencana pertarungan itu tak pernah terealisasi.

Beberapa hari setelah batalnya rencana melawan McGregor, “Money” – julukan Mayweather karena pertarungan-pertarungannya selalu laris dijual – dihubungkan dengan lawan baru: Golovkin, petinju kelas menengah nomor satu di dunia.

Dikenal sebagai “GGG”, Golovkin dianggap sebagai bintang tinju paling bersinar saat ini. Seperti halnya Mayweather, petinju Kazakhstan itu kini punya rekor selalu menang dalam 36 pertarungannya sejak beralih pro pada 2006.

Dari 36 partai, 33 di antaranya dengan kemenangan KO. Artinya Golovkin punya persentase KO sebesar 92%, jauh lebih besar daripada persentase KO Mayweather sebesar 55%. Tak heran pamor GGG dan ego luar biasa Mayweather, potensi duel keduanya dinilai cukup besar.

Mayweather dan Golovkin sendiri tercatat beberapa kali “menantang” satu sama lain. Maret lalu, seperti yang diberitakan FightHype, Mayweather mensyaratkan GGG untuk mengalahkan Andre Ward jika ingin bertarung dengannya.

Permintaan Mayweather ini aneh karena dia pun tak pernah menghadapi Ward. Lagipula, pertarungan dengan Golovkin akan sulit terwujud karena Ward tampil di kelas menengah super atau 15 pound di atas berat kelas Golovkin di kelas menengah.

Saat diwawancarai FightHype pada April lalu, Mayweather menjawab pertanyaaan siapa yang menang seandainya dia berhadapan dengan Golovin. “Jika saya bisa naik ke 155 pound, saya bisa kalahkan dia… pertarungan yang mudah,” katanya.

Golovkin menjawab klaim Mayweather itu dalam ESPN SportsNation. “Dia bilang ‘pertarungan mudah’. Tentu saja itu pertarungan mudah. Saya suka pertarungan mudah. Ayo tunjukkan kepada saya bagaimana pertarungan mudah itu,” kata Golovkin, menantang.

Golovkin bertarung di kelas 160 pound, sedangkan Mayweather di kelas 147 pound. Tapi dia pernah bertarung dua kali di 154 pound atau kelas menengah yunior versus Oscar De La Hoya dan Miguel Cotto. Toh GGG mengaku tak keberatan turun ke kelas 154 pound jika Mayweather yang dia hadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *