Dinyatakan Seri, Badou Jack Dan James DeGale Gagal Satukan Gelar

Dinyatakan Seri, Badou Jack Dan James DeGale Gagal Satukan Gelar

Berita Tinju: Dalam pertarungan dengan kedua petinju sama-sama sempat mencium kanvas, para hakim pun memutuskan duel penyatuan gelar menengah super WBC dan IBF antara James DeGale versus Badou Jack berakhir seri, Sabtu (14/1) di New York.

Duel yang digelar di Barclays Center, Brooklyn, berlangsung seru dari awal sampai akhir. Pada akhirnya, hakim Glenn Feldman mencatat skor 114-112 untuk DeGale, sementara hakim Julie Lederman dan Steve Weisfeld sama-sama mencatat skor 113-113.

Dengan hasil seri ini, kedua petinju sama-sama mempertahankan sabuk juara mereka untuk ketiga kalinya.

Bagi Jack, ini hasil seri kedua secara beruntun. Pada April lalu, versus Lucian Bute, pertarungannya secara kontroversial dinyatakan imbang, meskipun sebagian besar menilai Jack (20-1-3, 12 KO) memenangi duel tersebut dengan mudah.

Tapi itu tidak terjadi saat menghadapi DeGale (23-1-1, 14 KO), peraih emas Olimpiade 2008 untuk Inggris Raya, namun Jack percaya dialah yang menang. “Dia banyak berlari,” kata Jack soal lawannya. Saya mengakhiri pertarungan dengan lebih mantap. Sayalah yang menang.”

Tentu saja DeGale juga merasa dirinya yang seharusnya menang. “Saya sangat menghormati orang ini, tapi saya rasa sayalah yang menang,” kata DeGale. “Saya mendaratkan pukulan-pukulan terbersih.”

Jack, 33 tahun, memastikan hasil seri dengan penampilan habis-habisan di ronde terakhir, menjatuhkan DeGale dan nyaris menghentikannya. Bila saja tidak dipukul jatuh di ronde terakhir, DeGale, 30 tahun, yang memukul jatuh DeGale di ronde pertama, seharusnya menang angka mutlak.

Co-promotor Lou DiBella menyebut pertarungan ini “sensasional. Malam yang hebat bagi tinju.” Tapi tidak bagi Floyd Mayweather, promotor Jack, yang mengeluhkan perhitungan skor dan merasa seharusnya Jack yang menang, “Ini malam yang buruk bagi dunia tinju,” ujarnya.

Yang jelas, pertarungan ini sedemikian serunya sehingga sudah digadang-gadang sebagai kandidat ‘pertarungan terbaik tahun ini’. Kedua petinju berminta untuk duel ulang, namun tidak harus digelar di kelas menengah super. Kemungkinan di divisi lebih tinggi, kelas berat ringan.

Jack memang sempat kesulitan menyesuaikan berat badannya dan sudah mengindikasikan bahwa ini mungkin menjadi duel terakhirnya di kelas 168 pound. Mayweather berkata, “Jack sudah terlalu besar untuk 168 pound. Kami sudah berencana naik ke kelas berat ringan setelah duel ini.”

DeGale sendiri tidak keberatan jika seandainya bertemu lagi dengan Jack di divisi yang lebih tinggi. “Ayo bertarung lagi, kali ini di London,” ujarnya. “Saya menghormatinya. Dia petinju serba bisa yang baik. Ayo kita berduel lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *