Di Duel Terakhirnya, Hopkins Di-KO Smith Sampai Terjungkal Keluar Ring

Di Duel Terakhirnya, Hopkins Di-KO Smith Sampai Terjungkal Keluar Ring

Berita Tinju: Karier legendaris Bernard Hopkins selama 28 tahun berakhir dengan ‘tragis’, Sabtu (17/12). Di ronde delapan, juara bertahan berat ringan internasional WBC Joe Smith Jr memukul pria 51 tahun itu sampai keluar ring dan jatuh menghantam lantai The Forum di Los Angeles, AS.

Hopkins, yang sebulan lagi genap berusia 52 tahun dan bertarung dalam duel yang ke-67 dan terakhir dalam kariernya, jatuh dengan kepala terlebih dahulu, namun mengklaim mengalami cedera engkel dan tidak mampu melanjutkan pertarungan yang dijadwalkan 12 ronde.

Wasit Jack Reiss melakukan 20 hitungan, sebagaimana aturan tinju saat seorang petinju keluar dari ring. Ketika Hopkins tidak mampu kembali masuk ring tepat waktu, Reiss menyudahi pertarungan di kelas berat ringan itu pada detik ke-53 di ronde kedelapan.

Sekitar enam ribu penonton pun kecewa. Padahal mereka datang untuk melihat apakah Hopkins mampu memenangi duel pertamanya dalam 25 bulan. Pada duel sebelum versus Smith, 8 November 2014 menghadapi Sergey Kovalev, Hopkins kehilangan dua sabuk juara kelas berat ringan miliknya.

Kekalahan dari Smith – yang dipilih langsung oleh Hopkins sebagai lawan terakhir – menjadi akhir memilukan bagi Hopkins, juara sejati kelas menengah. Di divisi itu, dia mengukir rekor 20 kali mempertahankan gelar, juga tiga kali menggenggam gelar di kelas berat ringan.

Hopkins pun mengukir beberapa rekor karena usia senjanya. Menjadi petinju paling tua yang memenangi sabuk juara dunia. Kali pertama saat dia berusia 46 tahun dan kemudian pada usia 48 tahun. Semua prestasi ini akan dikenang kala Hopkins (55-8-2, 2 no contest, 32 KO) masuk International Boxing Hall of Fame.

Namun akhir yang tak terduga ini juga tidak akan segera dilupakan. Di ronde delapan, Smith memberondong Hopkins di tali ring dengan kombinasi enam pukulan, termasuk pukulan kiri pamungkas yang membuat Hopkins jatuh di antara tali ring dan menghantam lantai arena.

“Saya membuat diri saya cedera, jatuh dengan kepala terlebih dahulu dan engkel kaki saya terkilir,” kata Hopkins. “Saya tahu aturan 20 detik, tapi tak bisa berdiri karena engkel saya cedera. Saya bilang saya bisa berjalan tapi tidak bisa bertinju. Saya harus tentukan pilihan, tapi wasit sudah menentukannya untuk saya.”

Akhir seperti ini mengingatkan pada duel mempertahankan gelar Hopkins di kelas menengah versus Robert Allen di Las Vegas pada 1998. Saat itu dia terdorong ke luar ring oleh wasit Mills Lane yang berusaha memisahkan kedua petinju. Hopkins mengalami cedera engkel dan duel itu diputuskan sebagai ‘no contest’.

Meski Reiss sudah melakukan 20 hitungan, banyak juga penonton yang bertanya-tanya apakah duel tersebut sudah berakhir. “Si petinju kena pukulan yang sah dan keluar ring dan mengalami cedera,” kata Reiss. “Saya lakukan 20 hitungan dan dia tak bisa melanjutkan, jadi pertarungan berakhir.”

Saat pertarungan dihentikan, Smith unggul 69-64 dan 67-66 pada dua skor hakim dan Hopkins menang 67-66 dalam skor hakim lainnya. Sebelum pertarungan itu, Hopkins menyatakan bahwa ini akan menjadi duel terakhirnya – menang, imbang atau kalah – dan dia memenuhi janjinya setelah pertarungan.

Hopkins kembali naik ring setelah 25 bulan karena dia ingin menutup kariernya atas keinginannya sendiri. Meski pertarungan itu tak berakhir sesuai keinginan, dia sudah bertarung cukup baik sebelum akhir yang tak mengenakkan. “Saya tak punya penyesalan,” ujarnya.

Smith melakoni awal solid, lebih banyak mendaratkan pukulan daripada Hopkins (14 banding 4) di ronde pertama dan kekuatan pukulannya mengejutkan Hopkins yang kerap melangkah mundur. Tampak jelas dia masih berusaha menyesuaikan diri akibat absen bertarung terlalu lama. Situasi ini dimanfaatkan oleh Smith.

Di ronde kedua, Smith mengejar lawannya yang lebih tua 27 tahun itu dan sukses mendaratkan pukulan kiri. Namun Hopkins merespons dengan pukulan kanan dan bahkan membuat alis kiri Smith terluka saat tak sengaja beradu kepala. Jual-beli pukulan pun berlanjut sampai ronde kelima.

Smith yang dibayar $140 ribu tidak kenal lelah melepaskan pukulan, sementara Hopkins yang menerima $800 ribu akan membalas dengan pukulan kanan dan merangkul lawannya dari Irlandia itu. Namun di ronde delapan, Smith berhasil mendesak Hopkins di tali ring dan melepaskan kombinasi yang mengakhiri duel.

Jika Hopkins kecewa dengan hasil akhir, Smith (23-1, 19 KO) yang menetap di New York itu bergembira mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya. Ini juga jadi kemenangan mengejutkan kedua secara beruntun setelah sebelumnya menang KO di ronde pertama atas Andrzej Fonfara pada Juni lalu.

Setelah pensiun, Hopkins mengatakan akan menjadi promotor sebagai rekanan di Golden Boy Promotions, serta menikmati hasil keringat dan darahnya di atas ring bersama keluarganya dengan jutaan dolar yang dikantonginya.

Dia juga mengenang kariernya saat mencatatkan kemenangan mengejutkan atas Felix Trinidad, Antonio Tarver, Kelly Pavlik dan Jean Pascal. Belum lagi suksesnya meng-KO Oscar De La Hoya dan menjadi petinju pertama di kelas mana pun yang menggenggam empat sabuk juara pada saat bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *