Delapan Tahun Lalu, Nikolay Valuev ‘Rampok’ Kemenangan Evander Holyfield

Delapan Tahun Lalu, Nikolay Valuev ‘Rampok’ Kemenangan Evander Holyfield

Ragam Tinju: Pada 2008, Evander Holyfield pernah punya peluang menjadi petinju pertama yang lima kali merebut gelar juara dunia kelas berat dan tertua yang pernah menggenggamnya. Sayang, peluang tersebut urung terwujud setelah kemenangannya ‘dirampok’ oleh Nikolay Valuev.

Duel Holyfield-Valuev itu digelar pada 20 Desember 2008 di Hallenstadion, Zurich, Swiss. Valuev, yang dijuluki “Raksasa Rusia”, memiliki tinggi 213 cm dan berat 149 kg, yang menjadikannya sebagai juara kelas berat terjangkung dan terberat dalam sejarah tinju. Sebelum melawan Holyfield, rekornya: 49 menang, sekali kalah.

Sementara Holyfield, berusia 46 tahun kala itu, sedang melakukan ‘comeback’ setelah sempat dilarang bertarung selama 21 bulan oleh Komisi Atletik Negara Bagian New York akibat kekalahan angka telaknya dari Larry Donald pada 2004. Alasannya, ketrampilan tinjunya dianggap sudah menurun.

Kekalahan dari Donald kala itu menjadi yang kelima dalam sembilan pertarungan Holyfield antara 1999 dan 2004. Di empat pertarungan lainnya, dia hanya mampu dua kali menang dan dua kali seri. Meski lulus dalam sejumlah tes medis, Komisi Atletik New York menilainya tidak layak untuk naik ring.

Holyfield tak menyerah begitu saja dan menyatakan ‘comeback’, 21 bulan setelah duel versus Donald. Keputusannya kembali naik ring dikritik banyak pihak, namun Holyfield menegaskan kekalahannya dari Donald – dan James Toney sebelum itu – dikarenakan bahunya mengalami cedera, bukan karena usia tua.

Holyfield membungkam kritikan itu dengan menuai empat kemenangan pertama dalam ‘comeback’-nya, dua di antaranya dengan TKO. Kemenangan angkanya atas Lou Savarese pun membuka peluangnya memperebutkan gelar juara dunia versus juara dunia kelas berat WBO Sultan Ibragimov. Sayang dia kalah angka mutlak.

Toh Holyfield masih menyimpan impian menggenggam gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Karena itulah, setelah istirahat selama setahun, dia menerima tawaran menghadapi Valuev yang mempertahankan gelar yang direbutnya saat mengalahkan John Ruiz.

Untuk duel ini, Valuev memiliki keunggulan fisik yang sangat jauh, lebih tinggi 25 cm dan lebih berat hampir 45 kg daripada si penantang. Holyfield sendiri hanya dibayar 700 ribu dolar AS, bayaran terendahnya dalam duel perebutan gelar dan sangat jauh bila dibandingkan bayarannya melawan Mike Tyson (35 juta dolar AS).

Namun pertarungan keduanya sangat tidak menarik dan tidak ada ‘knock down’. Holyfield berusaha menjaga jarak dari Valuev hampir sepanjang pertarungan, tapi terlihat lebih banyak mendaratkan pukulan, Valuev pun tidak banyak menyerang. Setelah 12 ronde, hasil pertarungan berada di tangan ketiga hakim.

Dua hakim memenangi Valuev dengan skor 115-114 (enam ronde banding lima ronde, satu ronde seri) dan 116-112 (delapan ronde banding empat ronde), dan hakim lainnya mencatat pertarungan imbang 114-114 (masing-masing menang enam ronde).

Setelah pertarungan ini, Valuev kehilangan gelarnya saat kalah angka dari David Haye pada 10 November 2009 dan menyatakan pensiun tiga hari kemudian. Menurut dokternya, dia menjalani perawatan untuk mengatasi “masalah serius pada tulang dan persendiannya”.

Sementara Holyfield masih sempat bertarung tiga kali tanpa pernah kalah (salah satunya ‘no contest’) dan sempat merebut gelar lowong WBF, meski gelar ini tak diakui seperti halnya empat badan tinju lainnya (WBC, WBA, IBF & WBO). Partai terakhirnya adalah melawan Brian Nielsen pada Mei 2011.

Pada 2014, setelah tak kunjung mendapat kesempatan melawan Wladimir dan Vitali Klitschko, pemegang empat gelar juara dunia, Holyfield akhirnya gantung sarung tinju untuk selamanya. Pada Desember 2016, Holyfield diumumkan jadi salah satu penghuni International Boxing Hall of Fame angkatan 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *