De La Hoya, Semua Orang Meksiko Ingin Canelo KO Golovkin

De La Hoya, Semua Orang Meksiko Ingin Canelo KO Golovkin

CEO Golden Boy Promotions Oscar De La Hoya, yang mempromosikan Canelo Alvarez (49-1-2, 34 KO), menyatakan semua orang di Meksiko berharap petinjunya itu bisa meraih kemenangan knockout (KO) dalam laga melawan juara kelas meneggah IBO, WBC, WBA, Gennady Golovkin (38-0-1, 34 KO).

Laga ulang kedua petinju dijadwalkan bakal digelar pada 15 September mendatang di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Mereka adu kekuatan untuk pertama kalinya pada September 2017. Namun pertarungan yang berlangsung 12 ronde ini berakhir imbang.

Partai ulang rencananya digelar 5 Mei 2018, namun pada Februari Canelo terbukti mengonsumsi zat terlarang clenbuterol. Sang petinju beralasan, zat itu ada dalam tubuhnya karena dia mengonsumsi daging yang tercemar di Meksiko.

Namun pihak Komisi Atletik Nevada tetap menyatakan dia bersalah. Dia dihukum enam bulan tidak boleh tampil. Rencana laga ulang lawan Golovkin pun dibatalkan.

Golovkin dan timnya yakin reputasi Canelo di negaranya sendiri terpuruk akibat kasus itu. Namun De La Hoya tak sependapat.

“Saat ini di Meksiko, Canelo lebih besar dan lebih populer dibanding sebelumnya karena kasus clenbuterol adalah hal normal,” kata De La Hoya kepada Albert Perez. “Tak ada peraturan yang pasti, jadi saat Anda memakan daging itu maka clenbuterol akan masuk ke tubuh Anda. Seluruh negara ini ingin dia memukul KO GGG.”

Selama berbulan-bulan pembicaraan kedua kubu terganjal masalah bayaran. Golovkin ingin pembagiannya 50-50, namun Canelo ingin 65-35 dengan bagian lebih besar untuk dirinya. Pembahasan soal ini kemudian selesai beberapa pekan kemudian.

Kedua kubu akhirnya sepakat dengan persentase bayaran 55-45, dengan Canelo mendapat bagian yang lebih besar. “Canelo ingin bagian yang besar karena memiliki alasan kuat. Dia adalah bintang dan menjadi pesat perhatian dalam laga ini,” ungkap De La Hoya.

“Dia bisa bertarung dua kali dan mendapatkan jumlah uang yang sama dengan yang bisa didapatnya dari pertarungan lawan Golovkin,” imbuhnya.

“Sementara Golovkin harus bertarung 15 kali untuk bisa mendapat bayaran seperti yang didapatkan dari laga melawan Canelo,” ungkap De La Hoya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *