Dalam Percobaan Keempat, George Groves Akhirnya Jadi Juara Dunia

Dalam Percobaan Keempat, George Groves Akhirnya Jadi Juara Dunia

Berita Tinju: George Groves menggondol sabuk juara dunia dalam percobaannya yang keempat. Sempat mengawali pertarungan dengan lamban, dia memaksa pertarungan dihentikan di ronde ke-6 dengan kemenangan TKO atas Fedor Chudinov, Sabtu (27/5) lalu.

Petinju Inggris itu merebut gelar menengah super WBA yang lowong dengan melancarkan pukulan bersih tanpa henti yang membuat lawannya dari Rusia terhuyung dan tak mampu membalas. Wasit pun memutuskan menghentikan pertarungan dan menyatakan Groves sebagai pemenang.

Dengan kemenangan dalam partai tambahan duel mempertahankan gelar Kell Brook-Errol Spence di depan 27 ribu penonton di Bramall Lane ini, Groves pun membuka peluang bertemu dengan seterunya yang saat ini menyandang gelar IBF, James DeGale, tahun depan.

Yang jelas, Groves menyambut gembira gelarnya ini yang disebutnya “akhir dari latihan seumur hidup”. Dia berterima kasih kepada pelatih Shabe McGuigan yang dinilainya telah mendongrak kembali kariernya. “Kini saya cukup dewasa untuk mengakui itu,” katanya. “Saya rasa sayalah petinju terbaik di divisi ini. Saya mau dan siap bertarung dengan siapapun.”

Chudinov sempat beberapa kali mendaratkan pukulan hook kanan telak, namun dia sanggup bertahan dan tidak mengulang kenangan pahit selalu kalah dalam tiga duel perebutan gelar sebelumnya, yakni dari Badou Jack (kalah angka pada September 2015) dan Carl Froch (keduanya kalah KO pada 2013 dan 2014).

Bagi Groves, kekalahan dari Chudinov bisa jadi mengakhiri karier pronya yang dimulai sejak 2008. Untungnya, itu tidak terjadi. “Saya kini dapat melupakan kekalahan-kekalahan itu, meneruskan hidup saya dan berharap bisa melakukan hal-hal yang lebih baik,” kata petinju yang kini mengemas rekor 26-3 (19 KO).

Dengan kemenangan kelimanya sejak kalah dari Jack, Groves kini kembali masuk jajaran elit petinju menengah super dan membuka peluang berduel ulang dengan DeGale, yang dikalahkannya lewat angka pada 2011, dalam duel penyatuan gelar juara dunia.

Sementara Chudinov (14-2, 10 KO) kehilangan sabuk WBA yang sama setelah kalah angka mutlak dari Felix Sturm pada Februari 2016 dan petinju berusia 29 tahun tersebut tidak naik ring sejak itu. Sabuk WBA ini sendiri lowong setelah Sturm terpaksa melepasnya karena positif memakai steroid dalam tes doping.

Meski lama tak bertarung, Chudinov tampil tajam di awal pertarungan dan beberapa kali kepalan kerasnya mendarat di wajah Groves. Groves masih terdesak di ronde kedua, tak mampu keluar dari tekanan bertubi-tubi dari Chudinov.

Namun, perlahan Groves meredam keagresifan Chudinov dengan sejumlah kombinasi pukulan yang menemui sasaran. Petinju asal London itu pun makin agresif di ronde berikutnya, mungkin karena merasa dirinya tertinggal dalam pengumpulan poin. Puncaknya, di ronde keenam, dia melontarkan pukulan-pukulan terbaiknya untuk menentukan kemenangan.