Crawford Baru Bisa Hentikan Benavidez Di Ronde Terakhir

Crawford Baru Bisa Hentikan Benavidez Di Ronde Terakhir

Berita Tinju: Perkiraan Terence Crawford bakal dengan mudah menaklukkan penantangnya Jose Benavidez Jr ternyata tidak terbukti di ring. Petinju juara kelas welter WBO itu harus berjuang hingga ronde terakhir dan baru bisa memastikan kemenangan hanya 11 detik menjelang bel terakhir berbunyi.

Petarung berusia 31 tahun ini memang meraih kemenangan TKO namun dia harus mengerahkan seluruh kemampuannya sebelum memastikan diri tetap menyandang sabuk juara kelas 147 pound ini.

Benavidez ternyata mampu memberikan perlawanan. Dia berjuang dengan gigih melawan juara tiga kelas berbeda ini.

Namun ketika Crawford sudah menemukan celah, dia pun terus mengontrol pertarungan. Petinju Amerika Serikat ini terus melontarkan pukulan ke arah badan Benavidez, menunjukkan dirinya lebih berpengalaman dibanding penantangnya yang lebih muda lima tahun, sebelum kemudian menghentikan petinju AS berdarah Meksiko itu.

Sebuah pukulan uppercut Crawford akhirnya membuat Benavidez yang sebelumnya tak pernah kalah itu terjungkal saat laga menyisakan 50 detik. Benavidez sempat bangkit namun Crawford langsung menghujaninya dengan pukulan dan membuatnya terdesak ke tali ring.

Wasit Celestino Ruiz pun kemudian menghentikan laga saat pertarungan menyisakan 18 detik dari di ronde ke-12.

Kemenangan Crawford memang sudah diperkirakan sebelumnya karena di pasar taruhan dia diunggulkan 25-1. Namun kemenangan ini tetap saja disambut sangat meriah oleh hampir seluruh penonton dari 13.323 orang yang memadati CHI Health Center.

Mereka pun bersahut-sahutan menggemakan nama Crawford setelah wasit memastikan kemenangannya atas Benavidez.

“Saya lakukan apa yang sudah saya ungkapkan sebelumnya,” ujar Crawford. “Hanya itu yang harus diungkapkan.”

Dengan kemenangan ini maka Crawford kini mencatat 34 kemenangan dan 25 di antaranya KO tanpa pernah kalah. Ini merupakan laga pertama mempertahankan gelar juara kelas welter WBO setelah menyabetnya dari Jeff Horn (18-1-1, 12 Kos).

Dia menaklukkan petinju Australia itu pada ronde kedelapan dalam laga 9 Juni lalu di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

Dalam konferensi pers sebelum laga, Benavidez (27-1, 18 KO) yang bertubuh lebih tinggi sangat yakin bisa mengatasi petinju kelahiran Omaha itu. Namun saat di ring Crawford tampil begitu dominan dan kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu petinju terbaik di kelas ini.

Penilaian juri pun menunjukkan Crawford unggul dalam perolehan angka sebelum akhirnya laga dihentikan. Juri Levi Martinez memberi penilaian 110-99 untuk keunggulan Crawford dalam 11 ronde, meski Benavidez sempat melontarkan beberapa pukulan bertenaga pada lima ronde awal. Sementara menurut juri Glenn Feldman Benavidez sempat unggul tiga ronde dan memberi penilaian 107-102juga untuk Crawford. Sementara juri Robert Hecko menilai 108-101 meski menurutnya Benavidez unggul pada dua ronde awal.

“Saya sudah bertarung dengan maksimal melawan petinju terbaik di dunia,” kata Benavidez. “Ini tinju. Hal seperti ini biasa terjadi. Dia petinju hebat, tetapi saya juga petinju hebat. Kami menyajikan pertarungan yang hebat untuk penonton,” dia menambahkan.

Tahu dirinya harus mampu memukul KO lawannya karena lawan unggul jauh, Benavidez mencoba menekan Crawford pada awal ronde ke-12 dan berhasil mendaratkan pukulan dengan tangan kanan.

Namun Crawford berhasil lepas dari tekanan Benavidez dan membelas dengan pukulan straight kiri.

Saat ronde ke-12 menyisakan 50 detik, sebuah uppercut kanan Crawford membuat Benavidez mencium kanvas.

“Saya datang. Ini hanya soal waktu. Dia melambat dengan cepat. Dia kelelahan. Sata itulah saya melihat peluang untuk melancarkan uppercut. Setiap kali saya akan pura-pura memukul, dia akan mundur. Jadi saya seperti, ‘Sekarang bukan waktunya.’ Namun begitu dia melambat, saya melihat bahwa saya mendapat peluang kemudian saya pun melakukannya. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *