Canelo Copot Sabuk Juara Tinju WBC Karena Desakan Lawan?

Canelo Copot Sabuk Juara Tinju WBC Karena Desakan Lawan?

Juara dunia tinju kelas menengah yaitu Saul ‘Canelo’ Alvarez itu telah membuat keputusan mengejutkan dengan mencopot sabuk juara Tinju WBC (World Boxing Council) miliknya. Dan tindakan tersebut diambil, tak lepas dari tuntutan pertarungan wajib melawan Gennady Golovkin.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan, hari ini saya juga menginstruksikan manajemen saya di Golden Boy Promotions untuk melanjutkan negosiasi duel kontra Gennady ‘GGG’ Golovkin, serta memberi keputusan secepat mungkin,” kata Canelo, seperti yang dikutip dari laman ESPN.

Setelah mempertahankan sabuk kelas menengah melalui kemenangan KO di ronde keenam atas Amir Khan, WBC juga telah memberikan Canelo waktu selama 15 hari agar menggelar negosiasi pertarungan dengan kubu Golovkin sebagai pemegang sabuk gekar interim WBC kelas menengah. Namun Canelo mesti mencopot Sabuk Juara Tinju WBC ini karena desakan.

Deadline yang jatuh pada Rabu 18 mei 2016 lalu, namun Canelo dan promotornya, De La Hoya, tak kunjung memenuhi persyaratan tersbut. WBC pun bahkan sempat mengancam akan mencopot gelar Canelo jika tak segera mencapai kesepakatan dengan Golovkin.

Keputusan Canelo untuk mencopot Sabuk Juara Tinju WBC melahirkan anggapan bahwa petinju asal Meksiko itu bermaksud menghindari pertarungan melawan Golovkin. Namun promotor Oscar De La Hoya membantah tuduhan tersebut.

Menurut De La Hoya, Canelo memang bermaksud menggelar pertarungan menghadapi Golovkin, namun pihaknya menolak melakukan negosiasi di bawah tekanan waktu yang diberikan WBC. Konon, beberapa khasus pertarungan tidak mencapai mufakat dalam tenggat waktu 15 hari itu.

“Tak perlu diragukan, Canelo adalah bintang tinju. Dia berani naik ring untuk GGG sebagai pernyataan pada dunia bahwa dirinya petarung terbaik. Hanya saja kami tidak ingin menggelar pertarungan besar ini di bawah tekanan WBC,” kata De La Hoya menanggapi pencobotan Sabuk Juara Tinju WBC oleh Canalo.

Jika terealisasi, pertarungan Golovkin-Canelo dipercaya sebagai pertarungan tinju terbesar sejak era Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao yang dikenal sebagai mega duel 2015. Golovkin (35-0, 32 KO), adalah petinju Kazakhstan yang memiliki rekor kemenangan KO sebanyak 22 kali beruntun, sementara Canelo (47-1-1, 33 KO) dipandang sebagai lawan paling masuk akal untuk mengalahkan GGG itu.