Butuh Saran, Joshua Juluki Klitschko Ensiklopedi Tinju

Butuh Saran, Joshua Juluki Klitschko Ensiklopedi Tinju

Berita Tinju: Anthony Joshua mengaku ingin memiliki pengetahuan tinju seperti Wladimir Klitschko agar bisa menyabet gelar juara dunia kelas berat sejati. Petinju Inggris itu mengibaratkan Klitschko sebagai “ensiklopedi tinju” karena pengetahuannya yang sangat mendalam soal olahraga di atas ring ini.

Joshua sukses mengalahkan Klitschko dengan kemenangan KO tahun lalu di Stadion Wembley, London. Dia kini tengah berupaya menyabet sabuk juara WBC yang disandang Deontay Wilder agar bisa menahbiskan dirinya sebagai juara dunia kelas berat sejati. Empat sabuk lainnya yakni WBA, WBO, IBF, dan IBO sudah berada dalam genggaman peraih emas Olimpiade 2012 ini.

“Jika (Klitschko) bisa memberikan sedikit pengetahuannya kepada saya, saya pikir itu akan membuat saya bisa lebih baik dibanding yang telah saya capai sekarang,” ujar Joshua.

“Saya butuh dia di sisi saya. Saya benar-benar membutuhkannya. Saya memiliki respek yang tinggi kepadanya,” papar petinju berusia 28 tahun ini.

“Otaknya seperti ensiklopedia tinju,” kata Joshua lagi.

“Saya selalu menjadikan (Klitschko) sebagai contoh, meski saya berhasil mengalahkannya. Menurut saya dia lebih baik dibanding saya. Dia meraih prestasi yang lebih bagus dibanding saya,” papar Joshua lagi.

“Meski saya berhasil menaklukkannya malam itu, namun dalam soal karier dia sudah melakukan hal yang jauh dibanding saya. Saya akan selalu angkat topi untuknya dan saya respek kepadanya,” imbuh petinju dengan rekor 21 kali menang dan 20 di antaranya menang KO ini.

Kemampuan Klitschko untuk bangkit setelah mengalami kekalahan menjadi inspirasi bagi Joshua, yang belum terkalahkan dalam 21 pertarungan profesional yang dijalaninya.

“(Klitscko) berada dalam era saat kesalahan dipandang sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan kita,” ungkap Joshua. “Dia sempat kalah (tiga) kali namun kembali menyabet gelar juara dan menjadi juara selama 10 tahun,” kata Joshua lagi.

“Ini fenomenal. Dia pasti sudah sangat banyak belajar,” paparnya.

“Saat Anda gagal, Anda kemudian bangkit. Gagal lagi, bangkit lagi. Dia menempa dirinya menjadi sempurna,” ungkapnya.