Begini Cara Pacquiao Bagi Waktu Antara Tugas Senator Dan Berlatih Tinju

Begini Cara Pacquiao Bagi Waktu Antara Tugas Senator Dan Berlatih Tinju

Berita Tinju: Sejak memulai kamp latihannya pada 29 Agustus lalu untuk pertarungannya melawan Jessie Vargas, Manny Pacquiao menjalani latihan yang jauh lebih terstruktur daripada sebelumnya. Ini tak lain karena petinju Filipina berusia 37 tahun itu harus membagi waktunya sebagai senator di negaranya.

Pacquiao terpilih masuk Senat pada Mei lalu, satu bulan setelah dia menang angka dengan mudah (termasuk dua kali knock down) atas Timothy Bradley Jr dalam pertarungan ketiga mereka. Setelahnya, dia mengumumkan pensiun karena ingin fokus penuh dengan tugas-tugas legislatifnya.

Sebagai anggota kongres sebelum memenangi kursi Senat, Pacquiao sangat dikritik di negerinya karena menjadi pejabat yang lebih sering absen. Dia pun berjanji dalam kampanyenya bahwa kali ini dia akan melaksanakan tugasnya dengan lebih serius dan tidak akan melewatkan setiap sesi rapat di Senat.

Namun ketika dia memutuskan untuk kembali baik ring, Pacquiao melakukan penyesuaian pada jadwalnya: menjadi petinju di pagi dan malam hari, serta menjadi pejabat terpilih yang bekerja atas nama rakyat pada siang harinya.

Itulah rutinitas Pacquiao dari markasnya di Manial sejak promotor Top Rank Bon Arum menyiapkan pertarungan “comeback”-nya, sebagai penantang Vargas (27-1, 10 KO) untuk memperebutkan sabuk juara dunia welter WBO pada 5 November mendatang di Thomas & Mack Center, Las Vegas (AS).

“Saya sudah melatih Manny selama 15 tahun dan sampai sekarang pun dia masih membuat saya kagum,” kata pelatih asal AS itu. “Dia hampir berusia 38 tahun dan dia masih berlatih lebih keras daripada petinju lainnya yang pernah saya latih. Dia punya jadwal berlatih yang sangat padat, tapi benar-benar sangat produktif.”

Jadwal harian Pacquiao dimulai dengan bangun pukul 5 pagi, dilanjutkan dengan lari pada pukul 6. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan kekuatan dan kebugaran bersama pelatih Justin Fortune. Selanjutnya, mandi dan membaca kitab Injil. Usai sarapan, Pacquiao berganti pakaian dan menuju Senat untuk tugas-tugasnya.

Manakala urusan pemerintahannya selesai, Pacquiao pergi menuju sasana tinju, biasanya antara 5 dan 6 sore, untuk latihan selama tiga jam dan bermitra tarung dengan diawasi Roach. Dia pulang ke rumah untuk makan malam, bermain catur sejenak, kemudian akhirnya tidur.

Menurut publicistFred Sternburg, Pacquaio menepati janjinya dan tidak pernah absen dalam sesi rapat di Senat. “Semuanya berkat kedisplinan dan manajemen waktu,” kata Pacquaio. “Tinju adalah hasrat saya dan pelayanan publik adalah panggilan saya. Saya akan terus mengarungi kedua jalan ini sepanjang saya bisa melakukan keduanya secara efektif.”

Arum memilih tanggal 5 November untuk pertarungan Pacquiao karena itulah masa reses Senat. Pacquiao dan timnya sudah sampai di Los Angeles pada Sabtu pekan lalu dan akan memulai tahap akhir latihannya di sasana milik Roach, Wild Card Boxing Club di Hollywood, California.

“Manny satu-satunya sosok yang beritanya bisa Anda baca di halaman olahraga dan nasional di surat kabar yang sama setiap harinya,” kata Arum. “Dia benar-benar harta nasional yang membawa kehormatan besar kepada olahraga tinju dan negaranya. He’s the amazing Manny.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *