Badan Tinju Dunia Nonaktifkan 36 Wasit Dan Hakim Di Olimpiade Rio

Badan Tinju Dunia Nonaktifkan 36 Wasit Dan Hakim Di Olimpiade Rio

Berita Tinju: Badan tinju amatir dunia AIBA memutuskan untuk menonaktifkan semua atau ke-36 wasit dan hakim yang bertugas di Olimpiade Rio 2016 lalu. Penonaktifan ini berlaku sampai AIBA rampung melakukan penyelidikan perihal kinerja mereka di pesta olahraga tersebut.

Turnamen tinju di Rio pada Agustus lalu menuai kontroversi terkait sistem pencatatan skor “10 poin wajib”. Kepada The Guardian, sejumlah pejabat senior mengungkapkan kekhawatiran mereka saat sistem penjurian yang korup dan berbagai insiden yang menarik perhatian dunia.

Ketika itu, AIBA merespons laporan The Guardian itu dengan pernyataan “akan terus menggunakan cara apapun, termasuk tindakan hukum, untuk melindungi olahraga tinju”. Mereka juga menegaskan proses sertifikasi mereka menjamin performa para wasit dan hakim saat bertugas.

Namun setelah dilakukan pertemuan dengan para awasit, hakim, serta komisi teknis dan petaruran di Lausanne, AIBA mengeluarkan keputusan penonaktifan tersebut. Selain itu, mereka juga berkomitmen melakukan berbagai perubahan dalam sistem penjurian mereka.

Di Rio, kontroversi pertama kali muncul ketika petinju Irlandia Michael Conlan secara terbuka mengecam korupsi dalam tinju amatir. Itu dilakukannya setelah kalah dari Vladimir Nikitin dari Rusia dalam pertarungan babak perempat final kelas bantam.

Conlan pun sampai mengacungkan jari tengahnya sebagai bentuk protes. “Mereka (AIBA) sudah dikenal karena kecurangannya. Tinju amatir busuk dari inti sampai ke puncak,” teriak Conlan ke mikrofon di sisi ring. “Saya rasa tinju sudah mati. Hanya yang membayar lebih banyak yang berjaya.”

Kegeraman dan ketidakpuasan juga meledak setelah petinju Rusia lainnya, Evgeny Tishchenko, mengalahkan wakil Kazakhstan, Vassiliy Levit, di final kelas berat. Penonton yang hadir menonton pertarungan itu meneriakkan cemoohan setelah Tishchenko dinyatakan menang.

Kubu AS juga marah besar setelah Gary Antuanne Russell ditundukkan petinju Uzbekistan, Fazliddin Gaibnazarov. Ayahnya, Garry Russell Sr, mengatakan, “Dia dirampok.” Floyd Mayweather Jr yang menyaksikan pertarungan itu pun sepakat, “Dia jelas-jelas dirampok.”

Selama berlangsungnya Olimpiade, sejumlah hakim dibebastugaskan oleh AIBA, namun jumlahnya tidak disebutkan. Tapi menurut penelusuran The Guardian, 7 hakim “bintang lima” termasuk di antara yang dipulangkan dari Brasil.

Sebelumnya, AIBA sangat membela penerapan sistem “10 poin wajib” yang dipraktekkan dalam tinju profesional. Sebelumnya, pemenang ditentukan dari jumlah pukulan yang didaratkan setiap rondenya. Dalam sistem baru, pemenang di satu ronde diberikan poin 10, sementara yang kalah diberikan poin 6-9. Di akhir pertarungan, semuanya diakumulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *