Amir Imam Yakin Bisa KO Dan Hentikan Jose Ramirez

Amir Imam Yakin Bisa KO Dan Hentikan Jose Ramirez

Berita tinju: Dua promotor papan atas Don King dan Bob Arum akan kembali bersaing pada Sabtu (17/3) saat dua petinju Amerika Serikat Amir Imam dan Jose Ramirez bertarung memperebutkan sabuk juara kelas ringan super versi World Boxing Council (WBC).

Ramirez yang berdomisili di California dan belum terkalahkan dengan rekor 21 menang dan 16 di antaranya KO disokong oleh Top Rank perusahaan promotor tinju milik Arum. Sementara lawannya, Imam asal New York, memiliki rekor 21 menang (18 KO) dan sekali kalah, berharap menjadi juara tinju terbaru yang ditangani King. Laga akan digelar di Madison Square Garden, New York.

Ini untuk pertama kalinya dua petinju dari dua promotor yang bersaing itu berhadapan sejak Maret 2011 ketika petinju Puerto Riko Miguel Cotto mempertahankan gelar juara kelas welter super versi World Boxing Association (WBA) dalam pertarungan 12 ronde melawan Ricardo Mayorga dari Nikaragua.

“Amir Imam datang ke Madison Square Garden, Mekahnya tinju, di New York City, tidak cuma untuk mengalahkan Jose Ramirez namun Bob Arum juga,” kata King yang memang biasa mengeluarkan komentar bombastis. “Ini akan jadi pertarungan yang hebat, sebuah pertarungan yang fantastis,” papar promotor tinju berusia 86 tahun ini.

Arum memang terus fokus kepada Ramirez, seorang petinju yang ikut bertarung pada Olimpiade 2012 di Inggris. Dia bisa jadi akan menjadi petinju ketiga yang bekerja di bawah arahan pelatih Freddie Roach sejak debut hingga menjadi juara tinju.

“Jose telah bekerja keras untuk mendapat peluang menjadi juara dunia. Dia bersama pelatih Freddie Roach akan bertarung dengan semangat berkobar-kobar,” kata Arum.

“Jose tlah lama menjadi pembela para petani di Central Valley, memperjuangkan hak-hak mereka mendapatkan air untuk para petani. Saya yakin dia akan menjadi juara tinju dunia pertama milik para petani ini.”

Ramirez, 25, berhasil memenangkan empat laga terakhirnya dalam waktu berdekatan. Terakhir dia bertarung November 2017 lalu saat menang KO atas Mike Reed.

“Saya merasa sangat terhormat mendapat kesempatan untuk bisa menjadi juara dunia,” ungkap Ramirez. “Saya tengah berupaya mewujudkan mimpi saya. Saya berkorban, bekerja keras, dan menantang diri sendiri dengan cara yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Secara fisik dan mental saya akan lebih siap,” paparnya.

Imam yang kini berusia 27 tahun berhasil memetik tiga kemenangan beruntun setelah dikalahkan petinju Meksiko Adrian Granados tahun 2015 lalu.

“Saya tahu yang harus saya lakukan untuk meraih sabuk ini,” ujar Imam. “Ini akan menjadi pertarungan antara dua petinju yang punya banyak rekor KO dan akan membuktikan siapa yang bisa bertahan hingga akhir. Jika dia langsung menyerang saya akan menjatuhkan dan menghentikannya,” papar Imam lagi.

Pemenang pertarungan ini kemungkinan akan berhadapan dengan Regis Prograis yang juga asal AS. Dia mendapat hak ini setelah menundukkan mantan juara dunia Julius Indongo asal Namibia.