Alvarez Soal KO Kovalev: Saya Selalu Asah Pukulan Saat Latihan

Alvarez Soal KO Kovalev: Saya Selalu Asah Pukulan Saat Latihan

Di luar dugaan, petinju Kanada, Eleider Alvarez, berhasil memukul knock-out Sergey “Krusher” Kovalev dalam laga di Hard Rock Hotel & Casino’s Etess Arena. Berkat kemenangan mengesankan ini Alvarez kini menyandang gelar juara dunia kelas berat ringan WBO.

Alvarez berhasil meraih kemenangan mengandalkan pukulan jab di ronde-ronde awal. Pukulannya beberapa kali membuat Kovalev harus mundur. Pada ronde keempat, Kovalev mulai menemukan irama pertarungan dan merepotkan Alvarez dengan pukulan ke arah kepala dari sisi kanan dan kiri.

Gerakan tubuhnya juga membuatnya unggul. Sebagain besar lawan mungkin bakal ambruk mendapat serangan itu, namun Alvarez berhasil mengatasi dengan gerakan kakinya. Kedua petinju terlibat jual beli pukulan yang seru dalam beberapa ronde.

Dua menit ronde ketujuh berjalan, Alvarez, yang sebelumnya tidak dikenal sebagai petinju yang bisa memukul KO lawan, tiba-tiba melepaskan pukulan yang mungkin terkeras sepanjang hidupnya. Pukulan ini tepat mengenai kepala dan membuat Kovalev terjengkang di kanvas.

Kovalev mampu berdiri sebelum hitungan ke-10. Alvarez kemudian berhasil membuat Kovalev dua kali terjungkal sebelum wasit memutuskan laga usai pada menit 2:45 ronde ketujuh.

“Saya tak bisa mengungkapkan perasan saya,” kata Alvarez yang terlihat sangat gembira dengan kemenangan ini.

Dia pun mengucap rasa syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada pelatih Marc Ramsey dan promotor Yvon Michel, juga kepada keluarga dan familinya di Quebec (Kanada) dan Kolombia.

“Saya ingin tunjukkan saya kuat. Saya memiliki dagu tangguh dan siap untuk hal yang besar,” papar Alvarez.

Soal keberhasilannya memukul KO lawan, Alvarez mengatakan, “Kami mengasah pukulan itu saat latihan. Seperti itulah hal ini terjadi. Saya selalu mengasah pukulan itu saat latihan,” ujar petinju berusia 34 tahun ini.

Alvarez yang lahir di Kolombia telah menanti pertarungan menjadi penantang wajib WBC selama tiga tahun. Saat ditawari laga melawan Kovalev, dia langsung menyatakan bersedia. Ini membuatnya banya mendapat respek. Kini dia menyandang sabuk juara.

Saat ditanya kemungkinan menghadapi juara WBA, Dmitry Bivol, Alvarez menjawab, “Saya siap melawan petinju terbaik di dunia. Saya siap menghadapi yang terbaik di kelas ini. Saya sudah menunggu lima tahun. Saya siap menghadapi siapapun,” ungkapnya. Berkat kemenangan ini, Alvarez kini memiliki catatan pertarungan 24 kali menang dan 12 di antaranya dengan KO. Sementaa baru Kovalev ini merupakan kekalahan ketiga. Dalam 32 partai lain dia selalu menang (28 KO) dan sekali seri.